03 July 2020, 01:15 WIB

Era Kenormalan Baru, Inovasi Pengembangan Potensi Desa Diharuskan


Arnoldus Dhae | Humaniora

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang biasa dipanggil Cok Ace, mendorong inovasi dan kreativitas pengembangan potensi desa menghadapi era kenormalan baru di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada seminar 'Desa Global Menyikapi Persaingan Global dan Transformasi Baru: Telaah Kebijakan Pembaharuan dan Berbagi Pengalaman Menyambut Era New Normal' yang dilaksanakan secara daring, Kamis (2/7).

Cok Ace menyatakan, Indonesia mempunyai keragaman seni, budaya, adat dan tradisi yang menjadi ciri khas tiap daerah. Adat dan tradisi itu tumbuh dan berkembang di setiap desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

"Dengan modal seni, budaya, adat dan tradisi, setiap desa bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Pengembangan desa wisata akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Hanya saja, menghadapi kenormalan baru, pengembangan desa wisata membutuhkan sentuhan inovasi, kreativitas, manajemen pengelolaan yang baik serta sentuhan teknologi," jelasnya.

Karena itu, ia mengapresiasi gagasan Baliwood Land, sebuah konsep desa wisata film bertaraf internasional yang berlokasi di Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kabupaten Badung. Penglingsir Puri Ubud ini berharap Baliwood Land terus menggali dan mengembangkan potensi desa-desa di Bali.

Namun diingatkan, dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi desa wisata, Baliwood Land senantiasa melibatkan masyarakat sebagai subjek, bukan memposisikan mereka sebagai objek.

Guru Besar ISI Denpasar ini juga mengingatkan agar pengembangan desa wisata tetap mengindahkan isu yang berkaitan dengan protokol kesehatan COVID-19 yaitu kebersihan, kesehatan dan keamanan. "Mungkin yang dikembangkan adalah kelompok-kelompok kecil," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT