02 July 2020, 20:20 WIB

Media Massa Jangan Terjebak Bombatisme Ala Media Sosial


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

ANGGOTA Komisi I DPR Willy Aditya berharap media massa konvensional tetap konsisten menyebarkan informasi yang valid kepada seluruh khalayak.

Walaupun tertekan oleh keberadaan media sosial, media konvensional diharapkan tidak mengabaikan aspek literasi dan pendidikan bagi publiknya.

“Media massa jangan ikut terjebak dengan pola yang dilakukan media sosial demi lamannya banyak dikunjungi atau dibaca. Jangan ikut-ikutan menonjolkan aspek bombastis media sosial,” kata Willy ketika dihubungi Mediaindonesia.com, Kamis (2/7)

Willy melihat adanya angin segar bagi media massa konvensional setelah penghentian iklan yang dilakukan sejumlah produk internasional ke sejumlah platform media sosial seperti Facebook dan Youtube karena dinilai ikut mendukung penyebaran informasi bernada rasisme, permusuhan, dan bahkan terorisme.

 

Baca juga: Media Massa Diminta Jangan Ikut Arus Media Sosial

Fenomena baru ini membuat Facebook dan Youtube serta platform medsos lainnya semakin memperbaiki sistem layanannya agar mampu secara ketat menyeleksi konten kontennya agar bebas dari kampanye negatif.

“Jika para pemasang iklan mampu bersikap seperti dua perusahaan tersebut maka media massa kita akan bisa on the track juga,” ujarnya.

Willy meyakini media massa memiliki karakter, tanpa harus terbawa arus akan mampu bertahan dalam pertarungan bisnis saat ini.

"Yang paling penting adalah mereka bisa kreatif dan bisa mengkolaborasikan semua resources, termasuk medsos itu sendiri, untuk menjalankan peran dan fungsi mereka sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT