02 July 2020, 18:14 WIB

Data Manufaktur Negara Maju Picu Penguatan IHSG


Hilda Julaika | Ekonomi

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada Kamis (2/7) ini, yakni 1,07% atau 52 poin di level 4966.

Berdasarkan pengamatan Media Indonesia, IHSG konsisten berada di zona hijau. Kenaikam saham dengan frekuensi transaksi 611 dan volume transaksi 7,9 triliun. Adapun total saham yang diperdagangkan sebesar 5691 triliun. Terlihat 218 saham naik, 193 saham menurun, kemudian 150 saham diam di tempat.

Hal yang sama menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) yang ikut bertengger di zona hijau. Dengan pelemahan sebesar 1,37% atau menuju 769 poin. Analis Binaartha Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai sentimen positif IHSG dipengaruhi data Prompt Manufacturing Index (PMI) dari sejumlah negara maju.

Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa Capai 95%

Data PMI memperlihatkan kondisi sektor industri pengolahan di sejumlah negara menunjukkan tren positif. "Data PMI dari negara perekonomian maju tunjukkan tren positif. Sehingga, memberikan sentimen yang bagus bagi IHSG," ujar Nafan saat dihubungi, Kamis (2/7).

Selain itu, membaiknya harga komoditas global juga mendukung tren kenaikan permintaan (demand). Terutama, kenaikan harga minyak dunia. Penguatan bursa ini berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range level 4865.27 hingga 4778.71.

Adapun resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4975.54 dan 5097.14. "Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif," imbuh Nafan.

Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Membaik Pada Semester II 2020

Kendati demikian, Stochastic dan RSI bergerak menuju ke area overbought. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan potensi penguatan pada pergerakan IHSG. Sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan oleh Binaartha Sekuritas untuk investor, yaitu AKRA, ERAA, GGRM, GIAA, HMSP, dan MNCN.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT