02 July 2020, 17:05 WIB

Imbas Korona Proyek Bendung di Karawang Gagal Dibangun


Cikwan Suwandai | Nusantara

SOLUSI penanganan kekeringan di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan, Karawang gagal terlaksana di Tahun 2020. Pasalnya, rencana pembangunan bendung senilai Rp24 miliar dicoret Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat refocusing pandemi korona.

"Gagal dilaksanakan tahun ini, karena anggarannya dicoret dari pemerintah provinsi," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, Dedi Achdiat kepada mediaindonesia.com, Kamis (2/7).

Dedi mengaku rencana pembangunan bendung itu sangat diharapkan oleh warga Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan sebagai solusi penanganan kekeringan yang sering melanda wilayah tersebut setiap tahun.

"Memang sebagai upaya penanganan kekering di wilayah pegunungan," ungkap Dedi.

Akan tetapi Dedi akui, rencananya bersama Dinas Pertanian pihaknya akan menggunakan pompa untuk menyedot air dari danau demi mencegah kekeringan pada lahan pertanian di wilayah Kecamatan Pangkalan.

"Nanti akan kita pikirkan, ada solusi sementara yakni dengan melakukan penyedotan air danau wilayah Pangkalan. Nanti kita pikirkan, untuk listriknya kemungkinan akan disatukan dengan PJU (Penerangan Jalan Umum)," ujarnya.

Selain itu Dedi mengungkapkan, di Tahun 2021, Dinas PUPR akan meminta bantuan anggaran senilai Rp38 miliar dari Pemerintah Provinsi untuk memanfaatkan air Citarum di wilayah Kalimati untuk dijadikan bendung untuk mencegah kekeringan tahun 2021.

"Mudahan-mudahan bisa terlaksana, sudah tiga kali orang provinsi melakulan pengecekan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Tertunda 6 Tahun, Bendung Gerak Karangnongko Segera Dibangun

 

BERITA TERKAIT