02 July 2020, 16:45 WIB

Pasar Banyak Ditutup, Asosiasi: Pedagang Kesulitan


Sri Utami | Ekonomi

IKATAN Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat sebanyak 107 pasar di 16 provinsi ditutup akibat kasus covid-19 sejak Mei lalu.

Secara khusus, penutupan pasar dilakukan karena ada pedagang atau pengunjung yang teridentifikasi positif covid-19. Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Muhammad Ainun Najib, menilai penutupan pasar membuat pedagang mengalami kesuliatan ekonomi. Meskipun pola penutupan yang diterapkan berbeda.

"Ada yang satu hari, tiga hari bahkan sampai satu minggu. Kami berharap kebijakan penutupan pasar adalah alternatif terakhir, jika itu pilihan yang harus dilakukan," ujar Ainun, Kamis (2/7).

Baca juga: Tidak Pakai Masker, Dilarang Masuk ke Pasar

Pedagang dikatakannya mengalami kerugian besar akibat penutupan yang dilakukan pengelola pasar atau pemerintah daerah. Mayoritas penutupan tanpa pemberitahuan dan sosialisasi kepada pedagang. 

"Upaya ini sangat kami sesalkan. Semoga tidak terjadi lagi. Kalau pun ditutup, harusnya ada tahapan yang disampaikan pedagang. Entah penyemprotan desinfektan atau upaya lain harus dilakukan secara terbuka," tegasnya. 

Baca juga: Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 dari Pasar Tradisional

Pasar tradisional dikatakannya sebagai ujung tombak ekonomi daerah. Sekaligus pondasi ekonomi masyarakat dan berperan dalam distribusi kebutuhan pangan.

"Jika tidak kita jaga bersama, dikhawatirkan terjadi banyak persoalan. Dari sisi ekonomi, sisi sosial, serta kesehatan," imbuh Ainun. 

Dia mencatat banyak penutupan pasar yang dilakukan sepihak. Alhasil, pedagang mengalami kebingungan untuk berjualan di hari berikutnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT