02 July 2020, 15:25 WIB

Keuangan Syariah Naik Menjadi 9,3%


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

SAAT ini posisi keuagan syariah mengalami kenaikan menjadi 9,3 persen pada april 2020 dibanding tahun lalu sebesar 8 persen.

"Data terkini keuangan syariah kita ada 9,3 persen, artinya ada kenaikan sedikit dari yang tadinya 8 persen (ditahun 2019)," kata Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman Hendarsyah dalam forum diskusi online, Kamis (2/7).

Ia menambahkan, angka 9,3% tersebut tidak termasuk saham syariah yang mencapai Rp1.496,05 triliun. Dta juga menyebutkan, aset keuangan syariah terbesar berasal dari pasar modal syariah yang memiliki nilai sebesar Rp851,72 triliun. Selanjutnya, perbankan syariah dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah masing-masing senilai Rp534,86 triliun dan Rp109,47 triliun.

Baca juga : Pendapatan Penduduk Meningkat, Indonesia Naik Kelas

Disisi lain, Deden menduga pemerintah mulai melirik perbankan syariah melalui penerbitan sukuk yang porsinya mencapai 20 persen dibanding degan total penerbitan obligasi. "Data Kementerian Keuangan menyebutkan kepemilikan sukuk perbankan syariah masih kecil angkanya, kita tidak berhenti sampai kepemilikan, tetapi peran apa yang bisa diambil dari maraknya sukuk ini," lanjutnya.

Setidaknya, kata Deden, ada tiga pilar yang ingin dituju dalam waktu dekat ini yakni pertama, penguatan identitas perbankan syarah. Kedua, sinergi ekosistem ekonomi syariah, dan ketiga optimalisai faktor pendukung.  

Deden berharap, perbankan syariah bisa menjadi bank yang modern, efisien dan kuat yang menerapkan nilai prinsip syariah. "Kita ingin punya identitas islamic banking yang balu," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT