02 July 2020, 14:58 WIB

Indonesia Bergabung dengan WHO Teliti Tingkat Infeksi Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

INDONESIA bergabung dalam penelitian serologis global untuk covid-19 yang dikoordinasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tujuannya untuk memahami secara komprehensif tingkat infeksi, kejadian infeksi ringan dan tanpa gejala, serta proporsi antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2 pada populasi umum berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia untuk memastikan kekebalan populasi kumulatif.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu menyatakan, dengan keterlibatan tersebut pihaknya ingin menilai besarnya masalah dan menyelidiki tingkat infeksi covid-19.

“Deteksi dan penyebaran patogen pernapasan yang muncul seperti covid-19 disertai dengan ketidakpastian atas karakteristik utama epidemiologis dan serologis," kata Wiendra dalam keterangan resmi, Kamis (2/6).

Perwakilan WHO untuk Indonesia Paranietharan menambagkan, sejauh ini, bukti mengenai peran orang dalam fase tanpa gejala dan pra-simptomatik dalam penularan di tingkat global dalam transmisi covid-19 masih terbatas.

“Berpartisipasi dalam studi internasional ini adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi, untuk memahami tingkat infeksi yang sebenarnya pada populasi umum," lanjutnya.

Baca juga: Daerah Harus Siaga Penuh Hadapi Perubahan Zona Risiko Covid-19

Di Indonesia, studi seroepidemiologis akan dipimpin secara bersama-sama oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Studi ini akan melibatkan para peneliti multidisiplin ilmu yang berasal dari berbagai institusi akademik dan penelitian, serta para ahli infeksi pernapasan akut, laboratorium rujukan regional, dan otoritas kesehatan di tingkat daerah.

WHO memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan penelitian dan secara bersama-sama mengadaptasi protokol global Unity Study dengan pengaturan lokal dan karakteristik epidemiologis covid-19 di Indonesia.

Adapun, studi ini diharapkan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dari 17 provinsi dan 69 kabupaten/kota di Indonesia. Uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan netralisasi akan digunakan untuk mengukur prevalensi antibodi covid-19.

Partisipasi Indonesia dalam studi serologis global akan berkontribusi tidak hanya pada respons kesehatan masyarakat dan pengambilan kebijakan di tingkat nasional, tetapi juga pada pemahaman global tentang seroprevalensi dan tindakan pengendalian.

Untuk diketahui, WHO Unity Study adalah serangkaian protokol investigasi awal yang dirancang untuk mengumpulkan informasi untuk lebih memahami pola penularan, tingkat keparahan, gambaran klinis, dan faktor risiko infeksi covid-19. Data yang dikumpulkan melalui studi ini digunakan untuk menyempurnakan rekomendasi dan lebih memahami berbagai aspek dari penyakit ini dan dampaknya terhadap masyarakat umum.(A-2)

BERITA TERKAIT