02 July 2020, 14:40 WIB

Terapkan Protokol Covid-19, MRT Sanggup Angkut 70 Ribu Penumpang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Selama PSBB Transisi ini Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melakukan pola operasi sesuai protokol covid-19, yakni tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak antarpenumpang. Jaga jarak penumpang diberlakukan bukan hanya di dalam kereta, tetapi juga di peron dan luar stasiun.

Pola operasi dengan protokol covid-19 juga diterapkan pada operasional kereta. Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam Forum Jurnalis MRT Juli 2020, kereta Ratangga di jam-jam sibuk, yakni pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 17.00-19.00 WIB datang setiap lima menit sekali.

Ada sebanyak 14 rangkaian kereta yang dikerahkan MRT Jakarta di jam-jam sibuk tersebut untuk mengangkut penumpang agar tidak terjadi kepadatan di dalam kereta dan memanjangnya antrean di dalam stasiun.

"Sementara di jam reguler itu ada tujuh rangkaian kereta yang dioperasikan dengan headway atau kedatangan kereta setiap 10 menit," kata William, Kamis (2/7).

Baca juga: MRT Jakarta Bantah Angkutan Umum Tempat Penularan Covid-19

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi ini MRT Jakarta beroperasi pada pukul 05.00-21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 06.00-20.00 WIB pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Menurut William, dengan pola operasi yang dilakukan selama PSBB Transisi ini, MRT sanggup menampung hingga 70 ribu penumpang per hari. Jumlah ini menurun bila dibandingkan dengan pola operasi saat sebelum menyebarnya virus covid-19.

Sebelum pandemi covid-19, MRT beroperasi pada pukul 05.00-23.00 WIB dengan kapasitas kereta mencapai 200 orang per kereta atau 1.200-1.300 orang per rangkaian. MRT bahkan sudah mampu mengangkut 90 ribu penumpang per hari sebelum pandemi covid-19. Namun, saat PSBB dan PSBB Transisi jumlah penumpang dibatasi 62 orang penumpang per kereta atau 372 orang per rangkaian.

William menyebut protokol kesehatan akan tetap diberlakukan di masa kenormalan baru. Apabila nantinya di fase kenormalan baru jumlah penumpang sudah membludak hingga lebih dari 70 ribu penumpang per hari, pihaknya merencanakan untuk memperpanjang pola operasi jam sibuk, yakni menjadi tiga jam di pagi hari dan tiga jam di sore hari.

"Dengan demikian akan semakin banyak penumpang yang bisa kita angkut karena pola operasi di jam sibuk yakni dengan headway 5 menit dan jumlah rangkaian yang lebih banyak," pungkas William. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT