02 July 2020, 14:30 WIB

Kementan Imbau Masyarakat Setop Konsumsi Jamur Enoki Asal Korsel


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEPALA Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengimbau masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang diproduksi oleh Green co.

Hal itu disampaikan setelah adanya temuan bahwa jamur tersebut tercemar bakteri Listeria Monocytogenes yang menyebabkan gangguan pencernaan.

"Jangan konsumsi jamur enoki asal Korea Selatan terutama yang diproduksi Green co karena setelah uji lab tercemar bakteri Listeria," kata Agung saat konferensi pers di Gedung E Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (2/7).

Namun, Agung menegaskan bahwa jamur yang dilarang konsumsi yang berasal dari Korea Selatan. Sementara jamur enoki yang berasal dari negara lain seperti Tiongkok bisa dikonsumsi.

Bila masyarakat masih menemukan penjualan kamur enoki baik di toko-toko maupun di e-commerce untuk segera melaporkan ke Kementerian Pertanian.

Diketahui, Jamur enoki aman dikonsumsi setelah di panaskan di suhu 75 derajat dengan pemanasan selama 5 menit sehingga kepada masyarakat lebih cermat dan berhati-hati konsumsi jamur ini dalam pengolahannya.

"Kementan juga pelajari lebih lanjut penyebab Listeria Monocytogenes, ternyata media pembawa seperti air dan lahan. Ini sangat spesifik lokasi dimana diproduksi kita pastikan jamur enoki asal Korea Selatan yang diproduksi oleh Green co tidak beredar di Indonesia, " ujarnya.

Baca juga: Kementan Siapkan Semen Beku Sikomandan Tahap Dua

"Jamur enoki ini dipasarkan umumnya dalam bentuk kemasan biasanya 200 gram dan tidak ada eceran. Kalau itu dibuka maka harus segera dimasak kalau tidak segera dimasak maka akan lembek sehingga tidak bisa digunakan lagi, " imbuhnya.

Agung menuturkan bahwa penularan dari bakteri Listeria Monocytogenes bisa terjadi dengan penularan silang artinya jika menempel kepada buah yang dikonsumsi secara langsung maka akan masuk ke buah.

Total jamur enoki yang masuk ke Indonesia sekitar 8,1 ton atau sekitar setengah kontainer masuk dan dikemas 1.633 kantong atau kemasan. Total perbandingan jamur berbagai jenis yang masuk ke Indonesia sebanyak 470 ribu ton.

"Kementan ke depannya akan diupayakan akan dilakukan pengecekan dari berbagai jamur. Mudah kok mengecek Listeria karena banyak laboratorium di daerah yang bisa, " pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menerima informasi dari International Food Safety Authorities Network (Infosan), notifikasi disampaikan melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (Inrasff) bahwa adanya kejadian luar biasa pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat orang mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar bakteri Listeria Monocytogenes. (A-2)

BERITA TERKAIT