02 July 2020, 14:06 WIB

Usia jadi Patokan PPDB, Pemprov DKI: Jarak Bisa Dimanipulasi


Selamat Saragih | Megapolitan

KEPALA Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan, usia merupakan ukuran yang netral untuk menjadi patokan pada jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Disdik memakai ukuran jarak rumah ke sekolah kurang tepat karena jarak bisa diintervensi.

"Apakah jarak rumah ke sekolah ukuran netral? Tidak, karena jarak itu bisa diintervensi, bisa diubah. Misalnya, yang punya kerabat bermukim di dekat sekolah yang dituju, bisa sejak tahun lalu menitipkan anaknya dalam Kartu Keluarga kerabatnya," ujar Nahdiana, di Jakarta, Kamis (2/7).

Selain itu, ungkap Nahdiana, keluarga yang mampu dinilai bisa dengan mudah menyewa atau beli properti di lingkungan yang dekat dengan sekolah yang dituju.

"Jarak yang dihitung menggunakan meteran tidak netral, dia bisa diintervensi," lanjutnya.

Baca juga: Fase New Normal, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Jakarta Macet

Dia menjelaskan, di Jakarta jarak atau zonasi diatur berdasarkan jarak rumah ke sekolah dengan menggunakan jarak antar kelurahan.

Bila calon siswa tinggal di sebuah kelurahan maka ada pilihan-pilihan sekolah yang berlokasi di kelurahan tersebut dan di beberapa kelurahan tetangga itu yang bisa dipilih.

"Jakarta juga menggunakan jarak sebagai alat ukur, dengan berbasis keluarahan lokasi rumah dan lokasi sekolah," kata Nahdiana.

Dia menambahkan, umur atau usia adalah ukuran yang netral karena tidak bisa diintervensi karena tidak bisa diubah. (OL-4)

BERITA TERKAIT