02 July 2020, 07:47 WIB

Dolar Melemah Lagi


Antara | Ekonomi

KURS dolar AS melemah lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dalam perdagangan bergelombang, karena data ekonomi AS yang umumnya solid dan perbaikan angka-angka Eropa mengurangi daya tariknya sebagai safe haven. Meskipun prospek mata uang tetap positif mengingat risiko baru yang ditimbulkan virus corona.
  
Greenback memulai kuartal ketiga dengan penurunan terhadap mata uang yang berkinerja baik di saat selera risiko meningkat seperti dolar Australia, Selandia Baru dan Kanada. Dolar juga jatuh terhadap euro dan sterling. Para analis mengatakan dolar masih bisa naik, karena kebangkitan kasus covid_19 covid-19 dan potensi penguncian baru di negara-negara bagian AS dianggap sebagai hot spots.
  
"Dalam ekonomi jasa-jasa seperti AS, mereka yang menghasilkan jumlah pekerjaan tertinggi adalah dalam bisnis kontak tinggi seperti restoran, bioskop, dan taman-taman pameran, yang saya pikir akan berhenti total," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York.
  
"Ada risiko yang signifikan untuk menutup beberapa negara bagian. Masih ada banyak aliran risiko, dan dolar bisa menjadi penerima aliran itu," tambahnya.
  
Sementara Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan terakhirnya dan mengatakan prospek ekonomi AS masih sangat tidak pasti serta menegaskan bahwa pemulihan ekonomi penuh bergantung pada virus yang berada di bawah kendali. Dolar sempat memperpanjang kerugian terhadap yen dan euro setelah risalah pertemuan Fed dirilis.
  
"Risalah menggarisbawahi pesan dari proyeksi ekonomi bahwa para pejabat cukup suram tentang prospek ekonomi," kata Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics.
  
Dolar sementara itu bereaksi sedikit terhadap Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, yang menunjukkan daftar gaji sektor swasta Juni meningkat 2,369 juta pekerjaan. Data untuk Mei direvisi naik menjadi menunjukkan daftar gaji melonjak 3,065 juta, mengikuti rebound mengejutkan dalam pekerjaan yang dilaporkan oleh pemerintah, bukannya jatuh 2,76 juta seperti yang diperkirakan sebelumnya. Dolar memang kehilangan posisi sebagai safe haven, setelah data manufaktur AS menunjukkan angka 52,6, menandakan ekspansi untuk Juni. 

baca juga: Nasabah Tolak Rencana Lelang Saham Minna Padi

Di Eropa, Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur akhir zona euro dari IHS Markit bergerak mendekati tanda 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi pada Juni. Dalam perdagangan sore, dolar turun 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi 97,15.Meskipun dolar telah bertindak sebagai mata uang aman bagi sebagian besar pandemi, fundamental AS juga memainkan peran utama, artinya dolar dapat menguat ketika data lebih baik dari perkiraan. (OL-3)

BERITA TERKAIT