02 July 2020, 03:29 WIB

Ekspresi Suatu Perayaan


Briyanbodo Hendro, Redaktur Artistik Media Indonesia | Humaniora

KETIKA Joko Widodo akan dilantik kembali sebagai pemimpin tertinggi negeri ini untuk masa bakti 2019-2024, Media Indonesia telah memproyeksikan penerbitan edisi khusus.

Sejak jauh-jauh hari, awak redaksi Media Indonesia menyiapkan rancangan edisi khusus untuk terbit bertepatan dengan hari pelantikan,
20 Oktober 2019. Semua lini bergerak. Dari redaksi naskah, foto, artistik, bahasa, iklan, hingga percetakan.

Tim artistik mendapat tugas untuk membuat tampilan muka yang istimewa. Proses tersebut dimulai dengan brainstorming, mencari ide bersama mengenai tampilan yang akan disajikan di halaman kover.

Diskusi melibatkan personel dari lintas divisi. Saya pun, bersama Kepala Divisi Artistik dan Foto Media Indonesia Hariyanto, proaktif menawarkan berbagai ide dan konsep, juga meminta masukan kepada Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong. Setelah melalui serangkaian diskusi yang alot, akhirnya kami sepakat pada satu konsep tampilan.

Saya pernah membaca bahwa seni adalah cara untuk membangun kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan. Dalam seni ada
kebebasan mengekspresikan nilai, pemikiran, ataupun ekspektasi.

Demikian pula dalam proses kreatif membuat desain kover edisi pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Edisi tersebut ialah bagian dari suatu perayaan dan juga harapan.

Ide desain berawal dari kompleksitas permasalahan yang dihadapi Indonesia. Banyak pekerjaan rumah yang perlu mendapat pembenahan secara konsisten, seperti persoalan sosial, ekonomi, budaya, serta persatuan dan kesatuan.

Kita ingat, menjelang dan setelah Pemilu Presiden 2019, bangsa ini terpolarisasi dalam dua kutub yang berseberangan. Politik identitas--saya (mendukung calon) nomor satu, kamu nomor dua--menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Padahal, tantangan yang kita hadapi ke depan membutuhkan kebersamaan, gotong royong.

Proses kreatif desain ini kemudian mencoba memotret persoalan-persoalan negeri ini, berikut janji-janji yang disampaikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk menuntaskannya.

Tim artistik lalu memilih tampilan tipografi janji-janji presiden dan wakil presiden terpilih yang tercantum pada visi-misi saat kampanye yang kemudian membentuk wajah mereka sebagai visual utama.

Demikianlah, desain halaman depan sebuah surat kabar kiranya bukan semata wajah headline, melainkan juga ekspresi total cita rasa dan substansi yang membuat kita menjadi ‘lebih dekat’ dan ‘lebih dalam’ dengan peristiwa.

Awal 2020, kabar gembira sampai ke Kedoya, Jakarta Barat, tempat sehari-hari awak Media Indonesia berkarya. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 harian ini, WAN-IFRA mengabarkan bahwa desain kover Media Indonesia edisi pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin masuk nominasi surat kabar dengan desain halaman muka terbaik tingkat Asia.

Kabar tersebut diiringi undangan untuk menghadiri penyerahan penghargaan di Singapura pada 11-12 Maret 2020. Namun, pandemi covid-19 mengubah semua agenda. Penyerahan penghargaan kemudian digeser pada Juli 2020, tetap di Singapura. Sayangnya, pandemi belum ada tanda-tanda mereda sehingga pengumum an penghargaan dilakukan secara daring, kemarin.

Hasilnya, Media Indonesia dikukuhkan sebagai pemenang ketiga. Posisi pertama menjadi milik HT Media Ltd asal India. Adapun harian Republika, yang juga dari Indonesia, menyabet peringkat kedua.

Dalam kebebasan berekspresi, penghargaan ini membuat kami melihat ke dalam diri sendiri secara lebih jujur. Penghargaan ini membuat kami melakukan koreksi, evaluasi, agar bisa lebih mendengar tentang persoalan negeri dan menyampaikannya dalam seni yang lebih jujur
dan membumi.

BERITA TERKAIT