01 July 2020, 18:17 WIB

Anies Akui Ganjil Genap Di Pasar Gagal Tekan Korona


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui penerapan ganjil genap pembukaan kios di pasar gagal menekan jumlah pengunjung. Menurutnya, para pedagang masih bandel alias tidak menghiraukan kebijakan dari Perumda Pasar Jaya tersebut.

"Di lapangan dalam prakteknya jumlah pengunjungnya tidak terpengaruh ganjil genap. Terus yang kedua transaksinya tetap berjalan pada hari ganjil atau genap. Mereka menitipkan kepada yang ganjil di hari genap dan ganjil menitipkan kepada yang genap," ungkap Anies dalam tayangan youtube 'Konferensi Pers Perkembangan PSBB Masa Transisi', Rabu (1/7).

 

Baca juga: Sah, Anies Perpanjang PSBB Transisi 14 Hari

 

Untuk itu, selama 14 hari kedepan dalam masa perpanjangan PSBB Transisi, sebanyak 300 lebih pasar bakal diawasi ketat dengan melibatkan aparat keamanan. Hal itu untuk membatasi jumlah pengunjung ke pasar dengan pembatasan 50%.

"Kemarin ganjil-genap itu tidak efektif. Jadi, penting kita mengendalikan jumlah orang yang masuk (ke pasar) daripada mengendalikan di dalamnya," tandas Anies.

Penerapan protokol kesehatan pun menjadi mutlak dipatuhi warga dalam beraktivitas diluar. Pasalnya, 300 lebih pasar tradisional di Jakarta yang akan diawasi ketat itu masih berisiko jadi tempat penularan covid-19.

"Yang masuk pasar tidak boleh lebih dari 50% dari kapasitas pasar. Ini akan dikendalikan oleh petugas-petugas yang akan ditempatkan pintu-pintu pasar untuk mengendalikan jumlah orang," pungkas Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sebelumnya, Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) mengungkapkan,sampai saat ini ada 192 pedagang di pasar tradisional Ibu kota positif covid-19. Data tersebut, berdasarkan pemeriksaan swab test yang dilakukan oleh pemerintah.

"192 pedagang itu tersebar di 26 pasar tradisional di Jakarta," ujar Ketua DPP Umum Ikappi Dimas Hermadiyansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (26/6). (OL-8)

BERITA TERKAIT