01 July 2020, 16:25 WIB

Jokowi Cek Hadapi Kemarau dan Keamanan di Rote Ndao


Palce Amalo | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengecek kondisi  kemarau dan keamanan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada peringatan ke-74 Hari Bhayangkara, Rabu (1/7).

Presiden menanyakan kondisi keamanan dan kemarau di kabupaten yang di selatan Indonesia itu kepada Kapolres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar (AKB) Bambang Hari Wibowo melalui video conference.

"Rote Ndao masih  hujan atau sudah kemarau?," tanya Presiden. "Kami laporkan dari Kabupaten Rote Ndao saat ini wilayah rote ndao memasuki musim kemarau, bapak presiden," jawab Kapolres Bambang Hari Wibowo.

Selanjutnya, presiden menanyakan kondisi keamaman di daerah tersebut. "Keamanan di bulan terakhir, Juni bagaimana?," tanya Presiden.

"Sekaligus kami laporkan bapak Presiden, untuk keamanan di wilayah hukum Polres Rote Ndao, alhamdulilah kondusif, tidak ada kejadian menonjol dan tidak ada kasus yang membahayakan bagi masyarakat,"jawab Kapolres.

Lewat video conference tersebut, presiden minta seluruh jajaran polda hingga polres melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, polisi juga diminta tetap aktif menjaga keamanan dan ketertiban, terutama jelang pilkada serentak yang kaan digelar pada 9 Desember 2020. Presiden juga berpesan kepada Polri terus membantu percepatan penanganan virus corona (covid-19) serta menjalin sinergi dengan penegak hukum lainnya.

"Dalam situasi yang sulit sekarang ini, kehadiran dan keterlibatan seluruh jajaran Polri sangat sangat dibutuhkan. Mulai dari jajaran mabes, polda, polres, dan polsek sampai bhabinkamtibmas di desa-desa harus ikut aktif terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, aktif mengawal kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial," ujarnya.

Polri juga akan menghadapi tantangan yang semakin berat dan semakin kompleks, mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, kejahatan implementasi kontenjensi sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara.

Menurutnya, potensi ancaman stabilitas keamanan negara perlu juga diwaspadai terutama menjelang pilkada serentak Desember 2020. "Saya tau tugas ini tidak lah mudah. Namun saya yakin Polri TNI serta pengedali dan pengawasan pemilu akan mampu menjaga tugas ini dengan baik", kata Presiden. (OL-13)

Baca Juga: DPRD Setuju Pasar Jaya Tidak Tutup Pasar Tanah Abang

BERITA TERKAIT