01 July 2020, 14:58 WIB

Imbas Covid-19, 1.296 Kios di Pasar Induk Cisalak Tutup


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

SEBANYAK 1.206 kios dan los di Pasar Induk Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok tutup. Hal ini terjadi karena sepi pengunjung akibat pendemi virus Covid-19. Kondisi ini membuat target retribusi pasar tidak tercapai.

Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (KUPTD) Pasar Cisalak, Sutisna, menjelaskan target retribusi Pasar Cisalak sebesar Rp3 Miliar tahun ini tak tercapai 100% karena imbas dari pendemi Covid-19.

Baca juga: 11 Pedagang di Kawasan Sawah Besar Positif Covid-19

"Kita tak bisa raih target 100 persen. Jangankan 100 persen, 40 persen saja kayaknya tak bisa, " kata Sutisna kepada Media Indonesia di Kantor Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Rabu (1/7).

Semenjak pendemi covid-19 mewabah pada Maret 2020 sebagian besar kios dan los milik pedagang di pasar induk terbesar di Kota Depok ini terlihat banyak yang tutup karena sepi dari pembeli. Saat ini, hanya 10% atau 134 dari 1.340 pedagang yang membuka kios dan los. Sisanya sebanyak 1.206 kios tutup.

Selain karena pendemi Covid-19, faktor ekonomi masyarakat juga turun. Terlebih karena sebagian orang tua akan memasukkan anak-anaknya sekolah tahun ajaran baru (TAB) 2020, termasuk banyak pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). 

"Faktor ini membuat kios dan los terpaksa tutup, " pungkasnya.

Dalam inspeksi mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono ke Pasar Induk Cisalak pekan silam, sambungnya, masalah kios dan los sepi ini sudah disampaikan.

Kepada Hardiono pihaknya meminta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Raya Bogor, Jalan Ohan, Jalan Koja ditertibkan dan digiring masuk ke dalam Pasar Induk Cisalak.

"Ada 300 PKL yang membuka lapak kios dan los di luar Pasar Induk Cisalak. Kalau itu dimasukkan ke dalam pasar, otomatis kios dan los di Pasar Induk Cisalak terisi dan bisa menambah pendapatan pasar, " tutur Sutisna.

Dalam pertemuan dengan pihaknya, lanjut dia, Hardiono berjanji segera dirapatkan di forum pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Namun belum ada tindaklanjut sampai sekarang," pungkasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Depok, Nurhasim, meminta Pemerintah Kota Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menertibkan ratusan PKL yang membuka lapak di jalan Koja, Jalan Ohan dan Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok.

Selain menghambat laju kendaraan, kawasan tersebut rawan virus Covid-19 karena jadi tempat kumpul banyak orang.

"Orang-orang yang kumpul di sana banyak melanggar ptotokol kesehatan, tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, " pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT