01 July 2020, 15:05 WIB

Usia 40 Tahun Saatnya Cek Kesehatan Rutin


Atalya Puspa | Humaniora

AHLI menyarankan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) rutin ketika seseorang memasuki usia 40 tahun guna mengetahui risiko kronis saat usia lanjut.

Pasalnya, bertambahnya usia membuat tumpukan lemak meningkat. Di sisi lain, fungsi-fungsi organ tubuh juga menurun.

"MCU rutin itu sangat penting, baik merokok maupun enggak merokok, pola hidup sehat atau enggak, karena gejala penyakit kronis diketahui biasanya saat sudah lanjut. Ini harus hati-hati sekali. Meski tidak bergejala, ini akan mengganggu fungsi organ," kata Staf Divisi Endokrin Metabolik Diabetes Melitus Departemen Ilmu Penyakit Dalan FKUI/RSCM, Dyah Purnamasari Sulistianingsih, dalam webinar bertajuk Sehat pada Usia Lanjut di Era New Normal, belum lama ini.

Ia membeberkan saat ini ada 80% penduduk dunia berusia lanjut (di atas 60 tahun) yang memiliki satu penyakit kronis, sementara 60% lainnya memiliki dua penyakit kronis.

Adapun faktor risiko yang menyebabkan timbulnya penyakit kronis ialah diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan olahraga, gaya hidup pemicu obesitas, merokok, minum alkohol, dan stres. "Kalau faktor ini, bisa kita modifi kasi baik untuk mencegah penyakit kronis maupun mencegah perburukan penyakit kronis," ungkapnya.

Pada 2020, Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah warga lansia di Indonesia sebanyak 10,65% dari jumlah penduduk atau sekitar 28 juta orang yang didominasi kelompok perempuan.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Samsuridjal Djauzi menambahkan bahwa dua vaksin yang harus didapatkan kaum lansia secara rutin ialah vaksin influenza setahun sekali dan vaksin pneumokokus polisakarida (PPV) 5 tahun sekali.

Komplikasi akibat infl uenza menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dan radang otak. Pada kaum lansia, infl uenza mengubah mukosa dan menjadi celah empuk virus masuk ke tubuh. Sementara itu, vaksin pneumokokus polisakarida diberikan untuk mencegah terjadinya gangguan pernapasan.

"Sudah lebih dari satu tahun ini PPV berhenti diberikan kepada kaum lansia. Maka dari itu, kita minta kepada pemerintah untuk disediakan karena ini penting," katanya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT