01 July 2020, 14:05 WIB

BMKG Temukan Dua Titik Hotspot di Bengkulu


Marliansyah | Nusantara

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu, temukan munculnya sebanyak dua titik panas (hotspot) didua kabupaten dalam wilayah Provinsi Bengkulu selama dua hari terakhir.

BMKG Fatmawati Bengkulu, temukan munculnya sebanyak dua titik panas (hotspot) didua kabupaten dalam wilayah Provinsi Bengkulu selama dua hari terakhir.

Kepala BMKG Fatmawati Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik di Bengkulu, mengatakan, BMKG menemukan munculnya hotspot sebanyak dua titik api yang terpantau di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, kemungkinan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua selama dua hari terakhir diperoleh informasi arah kecepatan angin yang mengiringi kemunculan hotspot dan jumlah yang terdata mencapai dua titik api," katanya.

Saat ini, Lanjut dia, BMKG masih terus memantau peluang kemunculan titik-titik api berikutnya dan memberikan laporan paling baru dari pagi hingga sore terlebih peluang-peluang munculnya titik panas ini masih dapat terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu.

Dua titik api yang terpantau di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, kemungkinan berasal dari Karhutla.

Data pada 2019 lalu, untuk bulan Juli saat masuk musim kemarau titik panas masih hampir tiap bulan muncul.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, untuk mengantisipasi Karhutla di Provinsi Bengkulu telah melakukan pemantauan informasi titik panas  dan luas kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, bekerjasama dibidang kehutanan, pertanian dan pertambangan yang menggunakan kawasan hutan di Provinsi Bengkulu, untuk melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan Karhutla.

Selanjutnya, menyurati para bupati untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap  antisipasi kemarau dan adanya ancaman Karhutla. Sebelumnya, pada September 2019 lalu, sebanyak 117 titik lahan dan hutan di Provinsi Bengkulu terbakar selama dua bulan terakhir.

Sebanyak 117 titik lahan dan hutan terbakar berdasarkan pantauan satelit. Pada Agustus lalu kebakaran hutan dan lahan tercatat 52 titik dan pertengahan September mencapai 65 titik. Rinciannya, kebakaran lahan dan hutan terbanyak di Kabupaten Kaur yakni 16 titik, Bengkulu Utara sebanyak 10 titik, Bengkulu Selatan 8 titik, Bengkulu Tengah, dan Rejang Lebong, 15 titik.

Kemudian, Kabupaten Bengkulu Tengah, lima titik, Mukomuko empat titik, Lebong dan Seluma tiga titik, dan Kepahiang satu titik. Saat ini, kata dia, setiap bulan titik api terus meningkat dan hotspot relatif besar terjadi di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dan lahan Bukit Kandis di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kebarakan hutan dan lahan di Pulau Enggano, sudah mencapai 32 hektare. Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan itu, Dinas LHK Provinsi Bengkulu, telah menurunkan tim dilapangan untuk menanggulangi terjadi kebakaran. Kebakaran hutan dan lahan paling banyak terjadi pada lahan milik  masyarakat.  Saat ini, dikhawatirkan potensi kebakaran akan terus terjadi karena musim kemarau diprediksi berlangsung lama. (OL-13)

BERITA TERKAIT