01 July 2020, 13:50 WIB

Kunjungan Wisman Naik Tipis pada Mei 2020


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

JUMLAH wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Mei 2020 mencapai 163,6 ribu orang. Angka tersebut naik tipis, yakni 3,10% dibanding April 2020 sebanyak 158,7 ribu orang.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (1/7). "Kenaikan terjadi di beberapa tempat. Tapi penurunan yang sangat tinggi terjadi di hampir semua pintu masuk," jelasnya.

Baca juga: Masker Menjadi Nyaman Dengan Plossa Eucalyptus

Meski jumlah wisman yang datang ke Indonesia naik bila dilihat secara bulanan (mtm), bukan berarti jumlahnya lebih banyak bila dibandingkan secara tahunan (yoy). Sebab, BPS mencatat terjadi penurunan yang sangat dalam bila dibandingkan secara yoy yakni mencapai 86,90%.

Suhariyanto menambahkan, dari 163,6 ribu wisman yang datang ke Indonesia, 70,1% atau 114,7 ribu orang datang melalui jalur darat. Sedangkan 29,6% atau 48,4 ribu orang datang melalui jalur laut dan 0,3% atau 0,5 ribu orang datang melalui jalur udara.

"Kalau kita lihat ada kenaikan di jalur laut, terutama di Batam. Kalau kita telusuri kewarganegaraannya adalah wisman dari Malaysia," jelasnya.

Sedangkan berdasarkan negara asal, warga Timor Leste menjadi yang terbanyak melakukan kunjungan ke Indonesia yakni mencapai 81,5 ribu kunjungan atau 49,8% dari total jumlah kunjungan. Kemudian diikuti oleh kunjungan dari wisman asal Malaysia yang mencapai 66,4 ribu kunjungan atau 40,6% dari total jumlah kunjungan.

Bila dihitung secara kumulatif sejak Januari 2020, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 2.929.377 orang. Angka tersebut alami penurunan bila dibandingkan di periode yang sama pada 2019 sebanyak 6.281.409 kunjungan atau turun 53,36%.

Baca juga: Pemprov Sumsel Anggarkan Rp45 Miliar Soal Karhutla

Turunnya jumlah wisman dan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak pada penurunan tingkat penghunian kamar (TPK) pada Mei 2020 yang hanya 14,45%. Angka tersebut turun 29,08 poin bila dibandingkan Mei 2019 yang mencapai 43,53%.

"Kita harapkan peningkatan aktivitas ini akan berdampak pada seluruh sektor sehingga apa yang dibuat pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional di triwulan III bisa berjalan baik," pungkas Suhariyanto. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT