01 July 2020, 14:00 WIB

JAFF 2020 Tetap Digelar


Fathurrozak | Weekend

SEJAK penyelenggaraan perdananya pada 2006, JAFF sudah menghadapi risiko gagal. Saat itu, gempa yang menimpa Yogyakarta hampir menggagalkan hajat JAFF edisi debut. Kini, di tengah krisis pandemi covid-19 yang sejak pertengahan Maret lalu menggagalkan penyelenggaraan berbagai festival film, penayangan film, seni pertunjukan, dan juga konser dari banyak musisi, JAFF 15 menyatakan komitmen mereka untuk tetap terselenggara tahun ini.

“Tahun 2010, letusan dahsyat Gunung Merapi juga hampir meredamkan semangat kami untuk melanjutkan JAFF edisi ke-5. Lagi-lagi situasi pasca-bencana justru membuat kami semakin yakin bahwa sebuah festival film sangat dibutuhkan dalam kondisi krisis untuk menumbuhkan semangat kita,” bunyi dalam keterangan unggahan di Instagram resmi JAFF, @jaffjogja pada Selasa malam, (30/6).

“Tahun ini, tidak ada alasan untuk tidak kembali menyelenggarakan JAFF ke-15. Dalam kondisi krisis seperti ini, kita membutuhkan sinema dan sinema membutuhkan kita untuk bangkit kembali bersama! Mari bersiap untuk JAFF 15!”

Submisi bagi film yang ingin berpartisipasi pun sudah dibuka per hari ini, (1/7) hingga (31/8). Rencananya, dalam keterangan yang ada di situs mereka, JAFF tahun ini akan diselenggarakan pada 25-29 November. Film yang ingin berpartisipasi setidaknya tidak dibuat di bawah tahun pembuatan Januari 2018. Di luar kompetisi, JAFF juga menghadirkan seksi non-kompetisi, retrospektif dan tribut untuk film-film Asia (negara produksi, bahasa, dan/atau kewarganegaraan sutradara). Nantinya, panitia seleksi memutuskan di bagian mana film yang masuk dapat berpartisipasi.

Pada edisi terakhir, JAFF ke-14, peraih penghargaan tertinggi (Golden Hanoman Award) di JAFF ialah film produksi Korea Selatan House of Hummingbird garapan Bora Kim. Sementara The Science of Fictions-nya Yosep Anggi Noen meraih penghargaan Silver Hanoman Award pada tahun lalu. (M-1)

BERITA TERKAIT