01 July 2020, 10:20 WIB

Wisatawan Asal Jabar ke Pangandaran tak Usah Bawa Hasil Tes Rapid


Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran telah melakukan evaluasi mengenai penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) seiring dengan selesainya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Barat.

Dari hasil evaluasi, wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Pangandaran tak perlu membawa surat keterangan uji cepat atau rapid test.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan kelonggaran hanya berlaku bagi wisatawan dari Jabar sebagai langkah antisipasi penyebaran covid-19 di destinasi wisata. Pelaku wisata pun wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Wisatawan khusus dari daerah Jabar tidak perlu lagi memakai surat keterangan rapid test mulai hari ini 1 Juli 2020. Kebijakan itu diharapkan dapat menarik minat wisatawan, sehingga lebih banyak yang datang ke Pangandaran," kata Jeje, Rabu (1/7).

Jeje mengatakan, sejak dibuka pada awal Juni 2020 persyaratan wajib rapid test membuat banyak wisatawan mengeluh karena untuk biaya tes cenderung mahal. Pelaku usaha wisata di Kabupaten Pangandaran pun meminta pemerintah setempat melonggarkan kebijakan mengenai syarat masuk wisatawan.

Baca juga: Kawasan Wisata Pantai Pangandaran mulai Menggeliat

"Memang kebijakan yang diterapkan dinilai memberatkan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kabupaten Pangandaran. Karena, mereka harus melakukan rapid test dan biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Dengan adanya kebijakan tidak lagi membawa hasil rapid tes, destinasti wisata bisa kembali dikunjungi para wisata," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pelaku agen travel di Kabupaten Pangandaran, Pupung Saeful, 33, mengatakan, untuk sekarang ini belum banyak peningkatan aktivitas di destinasi wisata sejak Pemkab Pangandaran memperbolehkan para wisatawan berkunjung.

"Saya sebagai pelaku usaha di Pangandaran, berharap supaya pemerintah daerah meninjau kembali kebijakan untuk wisatawan masuk ke Pangandaran. Karena, sekarang wisatawan masih ragu berkunjung mengingat selama ini para petugas tetap saja meminta hasil rapid test," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT