01 July 2020, 06:15 WIB

Sudah Saatnya DKI Jakarta Masuk Era New Normal


(Put/Ins/J-1) | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambut positif hasil PSBB Transisi yang dijalankan selama 25 hari sejak 5 Juni lalu.

Pras, sapaan akrab Prasetyo, menyebut perlahan tapi pasti mayoritas wilayah DKI Jakarta sudah mampu bersih dari covid-19. Jakarta pun menurutnya sudah siap untuk menuju kenormalan baru (new normal).

"Alhamdulilah, Jakarta sudah hijau sekarang. Kesigapan pemda dengan rekan-rekan gugus tugas di Jakarta, semua turun ke lapangan. Melihat ada zona merah, langsung ditutup pemda di tingkat lurah, kecamatan, sampai wali kota.

Semoga ke depannya kita menuju new normal Jakarta," kata Pras di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan kendali ketat terhadap titik-titik RW di DKI Jakarta cukup maksimal. Dengan kendali ketat itu, Pemprov DKI Jakarta dapat mempersempit penyebaran covid-19.

Pras juga mengimbau agar warga yang mengalami gejala covid-19 bisa melapor ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Masyarakat tidak perlu ragu karena puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di DKI Jakarta siap melayani.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat, Merry Hotma, menyebut DKI Jakarta sudah bisa melanjutkan ke PSBB Transisi Fase 2. Pada fase ini, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan pelonggaran ke lebih banyak sektor yang selama PSBB Transisi Fase 1 ini masih ditutup.

Menurutnya, ketika Pemprov DKI Jakarta memutuskan melakukan PSBB Transisi, ada semangat yang sama yang tumbuh di tengah masyarakat. Semangat itu ialah untuk tetap menjalankan perekonomian sambil tetap waspada dan hidup berdampingan dengan covid-19.

"Warga juga punya optimisme. Ini tidak game over, belum berakhir dan pemerintah memberikan ruang dan kebijakan untuk itu melalui PSBB Transisi," kata Merry. Hidup waspada berdampingan dengan covid-19 memang harus dijalani sebab virus ialah makhluk hidup yang akan selamanya ada tetapi harus dibentengi dengan daya tahan tubuh yang kuat, pengendalian ketat, serta fasilitas kesehatan yang mumpuni.

"Covid-19 akan tetap ada. Sementara itu, dunia bisnis dan sosial harus berjalan terus. Kebutuhan warga tingkat atas sampai bawah harus berjalan.

Namun, hanya 30% warga yang tidak waspada, sedangkan 70% ini saya nilai sudah waspada dan sudah memahami bahaya covid-19 dan bagaimana mencegahnya," ujar Merry.

Ia pun mengapresiasi PSBB Transisi yang dijalankan sudah cukup baik dalam mengedukasi masyarakat untuk mewaspadai covid-19 sambil terus menjalankan aktivitas ekonomi. Kewaspadaan ini membuat masyarakat tidak buru-buru dan ketat dalam melakukan aktivitas di ruang publik. Contohnya, okupansi tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang rendah daripada perkiraan sejalan dengan penilaian tersebut. "Masyarakat juga takut sakit kok. Mereka juga takut sehingga mereka ketat dalam beraktivitas. Mereka juga memahami," kata Merry.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau mengumumkan hasil evaluasi PSBB Transisi. Sebelumnya, ia menyatakan PSBB Transisi fase 1 yang dimulai pada 5 Juni lalu itu akan dievaluasi pada akhir bulan. Evaluasi akan menentukan Jakarta siap menuju PSBB Transisi fase 2 atau tetap stagnan di fase 1. (Put/Ins/J-1)

BERITA TERKAIT