01 July 2020, 05:50 WIB

7 Perusahaan Relokasi Pabrik ke Indonesia


Pra/Des/X-10 | Ekonomi

TUJUH perusahaan asing dipastikan akan merelokasi pabrik dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan ke Tanah Air. Total keseluruhan nilai investasi mereka mencapai US$850 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang.

Selain itu, masih ada 17 korporasi lagi yang memiliki komitmen besar untuk segera merelokasi pabrik ke Indonesia, dengan total komitmen investasi mencapai US$37 miliar dan potensi serapan tenaga kerja lokal mencapai 112.000 orang.

“Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh (perusahaan). Sudah pasti ini yang tujuh,” ujar Presiden Joko Widodo saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, kemarin.

Ketujuh perusahaan itu ialah PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia, PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia (lihat grafik).

Presiden menegaskan kepada seluruh menteri dan kepala lembaga serta kepala daerah terkait untuk dapat membantu merealisasikan komitmen investasi tersebut. “Jangan sampai peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Ada relokasi 33 perusahaan dari Tiongkok, satu pun kita tidak dapat!”

Jokowi meminta agar sebisa mungkin diberikan kemudahan bagi para pemilik modal, seperti urusan lahan, listrik, dan gas.

“Kalau negara lain memberikan harga tanah misalnya Rp500.000, kita harus bisa di bawah itu, Rp300.000. Kalau mereka memberikan harga tanah Rp1 juta, kita berikan harga Rp500.000. Kalau mereka urus izin di sana satu bulan, kita harus seminggu. Kalau mereka urus di tempat lain bisa seminggu, kita harus bisa dua hari. Kita harus memiliki sebuah daya saing yang baik,” tegas Jokowi.

“Kalau mengurus izin sulit, saya perintahkan langsung kepada Kepala BKPM untuk bantu selesaikan dari A sampai Z,” tambah Presiden.

Presiden menekankan, berbagai upaya mempermudah investor asing dilakukan semata untuk mempercepat laju perekonomian Indonesia.

Dengan banyaknya modal yang masuk, lapangan kerja akan semakin terbuka lebar terutama bagi masyarakat di daerah sekitar. “Tujuan
besarnya adalah membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya ke pada warga kita,” tandasnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan proses menarik investasi dari tujuh perusahaan ini
dilakukan secara intensif. Secara khusus, Kepala BKPM membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi. Tim tersebut kemudian mengawal perizinan perusahan, dari kementerian/ lembaga terkait hingga pemerintah daerah.

“Kami langsung ‘ketuk pintu’ perusahaan satu per satu untuk meyakinkan bahwa Indonesia adalah lokasi yang tepat bagi pabriknya,” ungkap Bahlil saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Kawasan Industri Terpadu Batang. (Pra/Des/X-10)

BERITA TERKAIT