01 July 2020, 05:15 WIB

Kenormalan Baru Jangan Dipaksakan


Pra/Aiw/HT/X-10 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan untuk mengendurkan status pembatasan sosial, terutama bagi wilayah-wilayah yang masih atau pernah menjadi zona merah.

Jokowi meminta data dan fakta di lapangan betul-betul diperhitungkan. Saran dan masukan dari para ahli juga harus didengarkan dan diterapkan dengan baik.

“Jangan sampai kita berani membuka, masuk ke new normal, tetapi keadaan datanya masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa. Tahapan-tahapan harus betul-betul disiapkan,” ujar Jokowi saat memberi arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Presiden menjelaskan, setiap daerah yang berencana mengendurkan status pembatasan sosial harus terlebih dulu melakukan simulasi dengan menerapkan prakondisi. Langkah itu harus diikuti dengan perencanan waktu yang tepat.

“Jangan sampai RT/R0 masih tinggi, kita sudah berani buka. Hati-hati jangan membuat kebijakan tanpa sebuah data sains yang jelas,” tegas kepala negara.

Jika dua hal tersebut sudah dilakukan, pemerintah daerah harus memilih sektor apa yang prioritas untuk didahulukan bergerak.

“Tidak langsung dibuka semua. Apakah sektor industrinya dulu atau pariwisatanya. Namun, itu juga masih harus dibatasi,” jelas Jokowi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan jumlah kasus positif covid-19 bertambah 1.293 orang, sedangkan yang sembuh bertambah 1.006 orang dan yang meninggal 71 orang.

Jawa Timur masih mencatatkan kasus baru covid-19 terbanyak dengan jumlah penambahan sebanyak 331 orang dan melaporkan kasus sembuh 121 orang.

“DKI Jakarta hari ini melaporkan 193 kasus baru dan 394 sembuh,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, kemarin. (Pra/Aiw/HT/X-10)

BERITA TERKAIT