01 July 2020, 05:50 WIB

Daerah Rawan Karhutla Tingkatkan Kesiagaan


RK/DW/SS/BN/SL/N-3 | Nusantara

EMPAT helikopter waterbombing milik Sinar Mas dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dan Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, kemarin.

Sumber api diperkirakan berjarak sekitar 200 meter dari area konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT Arara Abadi. Sebagai informasi, perusahaan itu ialah bagian dari kelompok Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas.

“Sinar Mas mengerahkan 4 helikopter secara bergantian, yaitu 2 helikopter jenis Superpuma PK DAN - PK DAI, dan 2 jenis Bell 412,” kata juru bicara PT Arara Abadi Nurul Huda, kemarin. Dia melanjutkan, api diketahui muncul Minggu (28/6) sekitar pukul10.20 WIB.

Ancaman karhutla juga terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebagai respons, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menetapkan kondisi siaga darurat karhutla, kemarin.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, kemarin, di Palangka Raya mengatakan penetapan itu dilakukan karena saat ini jumlah titik panas (hotspot) sudah lebih dari 700 titik. Selain itu, karhutla sudah terjadi di beberapa wilayah di Kalteng.

Terpisah, pencegahan dan penanggulangan terhadap bencana asap akibat karhutla di Sumatra Selatan (Sumsel) sudah mulai dilakukan. Tahun ini, Pemprov Sumsel menganggarkan Rp45 miliar untuk 10 kabupaten/kota yang rawan terjadi karhutla.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan bantuan penanggulangan bencana asap akibat karhutla itu baru dilakukan tahun ini. Hal itu sebagai upaya antisipasi agar karhutla tidak terulang lagi pada tahun ini.

“Tahun 2019 lalu telah terjadi peningkatan titik panas karena kondisi kemarau panjang. Bulan November 2019, kita baru dapat curah hujan. Namun, alhamdulillah kondisi kebakaran bisa dikendalikan sehingga asap tidak menganggu aktivitas penerbangan,” kata Herman saat Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provindi Sumsel Tahun 2020, di Kebun Raya Sriwijaya, kemarin.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur, mendirikan posko pemantauan lebih dekat dengan kawasan hutan. Upaya kesiapsiagaan itu mempercepat pemadaman karhutla. (RK/DW/SS/BN/SL/N-3)

BERITA TERKAIT