01 July 2020, 05:40 WIB

Wisata, Pionir di Era Kenormalan Baru


AT/AU/BB/BN/RS/DG/N-2 | Nusantara

DAERAH Istimewa Yogyakarta bersiap membuka sektor pariwisata di era kenormalan baru. “Kami memprioritaskan pariwisata karena sektor ini menjadi kunci penggerak perekonomian di DIY,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, kemarin.

Karena itu, wisata akan menjadi yang pertama diujicobakan. Sektor ini telah menjadi penopang hampir seluruh kegiatan perekonomian, termasuk UMKM. Efek domino pariwisata mencapai 104 kali lebih.

“Setiap penambahan satu miliar, maka total ekonomi bertambah Rp104 miliar. Begitu juga jika turun Rp1 miliar, total ekonomi turun Rp104 miliar,” tambah Tri.

Uji coba akan dilakukan mulai 1-31 Juli. Sejumlah objek wisata sudah dibenahi dan siap menerima kunjungan wisata.

“Di era kenormalan baru, kami fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Penerapan protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat,” tandasnya.

Hari ini juga akan menjadi babak baru bagi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Mereka akan melakukan uji coba pembukaan Prambanan dan Ratu Boko.

“Sebelum uji coba, kami sudah melakukan beberapa kali simulasi. Penerapan protokol kesehatan akan secara ketat dilakukan,” janji Dirut PT Taman Wisata Edy Setijono.

Masa transisi menuju kenormalan baru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, juga diwarnai mulai menggeliatnya sektor wisata. Di kawasan Cipanas, objek wisata dan perhotelan mulai menerima kunjungan.

“Sudah mulai berjalan. Hotel, restoran, dan objek wisata sudah dikunjungi lagi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  Cianjur, Nano Indrapraja.

Di hotel, tingkat hunian sudah bergerak dari 0 menjadi 10%-15%. Restoran juga mulai didatangi tamu. “Karyawan yang semula dirumahkan sudah dipanggil kerja lagi,” tambah Nano.

Berbeda dengan di wilayah Malang Raya, Jawa Timur. Objek wisata dan perhotelan belum berdenyut.

“Ada 11 hotel dan objek wisata yang mengajukan untuk buka. Masih dalam proses survei untuk penerapan protokol kesehatan,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

Pemkab, lanjutnya, juga masih akan menyurvei 169 objek wisata alam dan buatan di wilayah ini. (AT/AU/BB/BN/RS/DG/N-2)

BERITA TERKAIT