01 July 2020, 05:30 WIB

Belanja Covid-19 Capai Rp1,4 T


BY/AT/N-2 | Ekonomi

PEMPROV Jawa Barat sudah menggulirkan dana sebesar Rp1,4 triliun untuk penanganan pandemi covid-19. Selain digulirkan untuk bantuan sosial, sebagian dana juga digunakan membeli alat kesehatan.

“Bantuan sosial disalurkan untuk 1,6 juta kepala keluarga yang terdampak. Mereka menjadi rawan miskin karena pandemi,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad di Bandung, kemarin.

Bantuan sosial digulirkan berupa barang dan uang tunai dengan nilai total Rp500 ribu per keluarga selama 4 bulan. Program itu menghabiskan dana hingga Rp1,1 triliun.

Daud mengakui pemberian bantuan sosial ini baru dilakukan satu dari empat kali yang direncanakan. “Untuk pemberian bansos tahap II akan ada penggantian dari telur ke susu dan masker. Kami pastikan nilainya sama.”

Untuk pembelian alat kesehatan, pemprov sudah mengeluarkan dana Rp248 miliar. “Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan belum dilakukan. Besarnya akan mencapai Rp26 miliar, berupa Rp23 miliar untuk insentif dan Rp3 miliar santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang meninggal,” tambahnya.

Di Yogyakarta, bantuan terus mengalir ke rekening Posko Pandemi Covid-19 Dae­rah Istimewa Yogyakarta. Sampai kemarin, total dana masuk dari masyarakat mencapai Rp1 miliar lebih.

“Dana yang terkumpul telah dibelanjakan. Kami membeli bahan pokok untuk membantu para santri di 76 pondok pesantren dan 125 panti sosial. Rekening donasi tetap kami buka karena pandemi membuat perekonomian sebagian masyarakat menurun tajam. Bantuan sembako akan meringankan beban mereka,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Biwara Yuswantana.

Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X meminta pengelolaan dana masyarakat itu dilakukan dengan benar. “Harus benar-benar bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.” (BY/AT/N-2)

BERITA TERKAIT