01 July 2020, 07:05 WIB

Sirkus Legendaris Dunia Bersiap Gulung Tikar


Irana Shalindra | Weekend

Hampir empat bulan setelah tanpa pertunjukan karena pandemi covid-19, Cirque du Soleil Entertainment Group mengajukan kebangkrutan. Sirkus legendaris yang berasal dari Montreal tetapi sangat bergantung pada pasar Las Vegas ini, menyatakan akan mencari perlindungan dari para kreditornya di bawah undang-undang kebangkrutan Kanada. Jika disetujui, ia juga akan mencari pengakuan atas proses serupa di bawah hukum AS saat berusaha merestrukturisasi dan pada akhirnya memulai kembali bisnisnya. 

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Cirque mengatakan akan mem-PHK 3.480 karyawan yang telah dirumahkan selama covid-19. Perusahaan juga akan mengeksekusi perjanjian penjaminan dengan tiga pemangku kepentingan: TPG Capital, Fosun yang berbasis di Tiongkok, dan manajer dana pensiun Kanada Caisse de dépôt et placement. Di bawah kesepakatan itu, perusahaan akan menyuplai pihak sirkus dengan US$300 juta untuk membantu melanjutkan operasi di beberapa fase di masa depan.

Pembatalan pertunjukan dalam skala masif yang berlaku tiba-tiba di seluruh dunia telah menjadi bencana besar bagi Cirque, yang setidaknya punya 43 jadwal  sebelum pandemi melanda. Namun, bahkan tanpa coronavirus, perusahaan itu tidak berada pada posisi yang mantap untuk menghadapi gangguan. 

Pihak sirkus dibebani dengan utang setelah kesepakatan 2015 ketika TPG mengambil alih saham mayoritas di perusahaan. Perusahaan pemeringkat kredit Moody's menyoroti adanya beban utang tinggi ketika menurunkan status obligasi Cirque ke predikat sampah di bulan Maret. 

Kebangkrutan Cirque yang akan segera terjadi telah digosipkan selama beberapa waktu. Dalam sebuah wawancara dengan Fast Company pada bulan April, CEO Daniel Lamarre meremehkan kemungkinan dan malah menekankan bahwa sirkus mencari bantuan dari pemerintah Kanada lantaran kekuatannya sebagai duta besar global untuk negara tersebut. Itu terjadi pada Mei ketika pemerintah Quebec mengatakan akan memberi sirkus kelahiran 1984 itu bantuan $200 juta. (FastCompany.com/M-2) 

BERITA TERKAIT