01 July 2020, 02:55 WIB

Agresivitas Chelsea Membidik Korban


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

CHELSEA mengincar poin penuh saat melawat ke markas West Ham pada lanjutan Liga Primer Inggris dini hari nanti. 

The Blues, julukan Chelsea, yang saat ini dalam tren positif tengah mencari korban berikutnya. Tim asuhan Frank Lampard itu dalam  performa stabil setelah sukses mengemas 100% kemenangan sejak Liga Primer Inggris bergulir pada pertengahan Juni.

Peran Lampard di balik layar patut diacungi jempol. Legenda Chelsea itu mahir membaca kekuatan lawan dan menekankan gaya agresif bagi pemain muda, seperti Mason Mount dan Christian Pulisic.

Lampard mampu memaksimalkan agresivitas yang dimiliki Pulisic. Penyerang sayap asal Amerika Serikat itu telah mencetak 7 gol di liga musim ini, termasuk 2 gol dalam tiga laga terakhir.

Hal itu yang membuat Lampard membawa Chelsea menyodok ke empat besar dan meraih hasil positif kontra pelatih kawakan, seperti Pep Guardiola, Juergen Klopp, dan Jose Mourinho. Nama terakhir, yang merupakan eks bos, bahkan mampu dikalahkan Super Frank dua kali pada musim ini.

Di atas kertas, Chelsea sangat diunggulkan pada laga bertajuk derbi London itu. Sang lawan, West Ham, berada dalam masa-masa suram. Sejak kompetisi dilanjutkan, tim asuhan David Moyes harus tertunduk lesu dengan dua kekalahan beruntun. 

Lebih parahnya bagi the Hammers, julukan West Ham, tak mampu mencetak satu gol pun. Hasil negatif yang membuat mereka berada di ancaman degradasi karena hanya satu trip di atas zona merah.

West Ham yang merayakan 125 tahun berdirinya klub pada pekan ini harus memetik tiga poin menghadapi Chelsea yang tengah onfi re. Punggawa West Ham Aaron Cresswell mengaku, meski Chelsea difavoritkan, ia ingin mengulang kemenangan di pertemuan pertama atas Chelsea di Stamford Bridge pada Desember lalu.

“Tentu saja kami butuh kemenangan. Kami belum meraih poin sejak liga kembali bergulir. Chelsea tim yang bagus. Mereka memiliki pemain kelas dunia. Kami harus bersiap dan akan bekerja keras,” ujar Cresswell.


Jalur gelar

Dari Seri A Liga Italia, Inter Milan akan menjamu tim papan bawah Brescia dini hari nanti. Nerazzurri, julukan Inter, wajib mengemas tiga poin demi bertahan di jalur perburuan gelar Seri A musim ini. Tiga poin kontra Brescia akan menjaga asa pasukan Antonio Conte untuk menyalip sang pemuncak klasemen, Juventus, yang unggul delapan poin.

Kemenangan 2-1 atas tuan rumah Parma, Senin (29/6), menjadi hasil penting bagi Nerazzurri sebelum menjamu Brescia. Sempat kebobolan dulu, Inter berbalik unggul di lima menit terakhir. Hasil yang mengangkat mentalitas tim yang sempat jeblok saat  ditahan Sassuolo.

Conte memiliki banyak opsi untuk memecah kebuntuan. Ketika Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez tumpul, Alexis Sanchez bisa menjadi pembeda. Sanchez tampil baik kontra Parma dan dinobatkan menjadi man of the match meski baru masuk di babak kedua. Serangan Inter menjadi hidup dengan hadirnya pemain yang dipinjam dari Manchester United itu.

Secara kualitas tim dan penampilan terakhir, Inter pantas diunggulkan. Satu hal yang membuat Inter sulit meraih tiga poin ialah motivasi Biancoazzurri, julukan Brescia, meraih poin guna keluar darizona degradasi. (Westham/AFP/R-2)
 

BERITA TERKAIT