30 June 2020, 23:19 WIB

Bantu UMKM di Masa Pandemi, SMK di Madiun Buat Mobil Listrik


Citra Larasati | Humaniora

SISWA di Sekolah Menengah Kejuruan Model PGRI 1 Mejayan sukses merakit mobil yang efisien serta lebih ramah lingkungan. Mobil berbasis listrik itu diperuntukkan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi situasi pelik di tengah pandemi Covid-19.

Mobil Listrik yang diciptakan siswa SMK Model PGRI 1 Mejayan bersama guru-guru ini tidak hanya digunakan untuk pembelajaran di sekolah.  Namun mobil listrik ini juga untuk mendukung program SMK Model PGRI 1 Mejayan yang saat ini telah menjalin kemitraan dengan 72 desa di Kabupaten Madiun.

Kepala Sekolah SMK Model PGRI Mejayan Sampun Hamad mengatakan, mobil listrik itu merupakan garapan pihaknya untuk menjawab tantangan di tengah pandemi Covid-19. Karya itu juga bisa jadi sarana bagi pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan lulusan SMK Mejayan yang belum bekerja untuk bisa mencari penghasilan.

"Kami punya  semangat juang 'Sulit Tapi Bisa, Bukan Bisa Tapi Sulit'," seru Sampun.

SMK Model PGRI 1 Mejayan, kata Sampun, selalu menjadikan tantangan sebagai peluang, bukan halangan untuk memiliki mental juang kreatif dan inovatif untuk menciptakan mobil listrik bagi UMKM. 

Antara lain Kedai Nasi Pecel, Snack and Coffe Shop, Sahara Mart, Bengkel Servis keliling, Electrical Installation Maintanancedan usaha lainya. Rancang bangun Moblist (Mobil Listrik) ini bermula dari gagasan pembuatan kereta cinta atau sepeda cinta dengan sumber tenaga gerak ayunan kaki manusia.

Baca juga : Digelar Secara Drive-thru, Wisuda di SD ini Berlangsung Khidmat

Karena berbagai pertimbangan, terutama tujuan agar dapat diprospek ke arah profit ternyata kurang mendukung.

"Maka untuk menggeliatkan potensi ekonomi di masa pandemi covid-19, pembuatan kereta cinta dialihkan ke produk yang lebih kreatif dan lebih berdaya guna, berupa Mobilist SMK untuk UMKM," ujar Sampun.

Bermodalkan keberanian, kemauan, dan kekompakan team work, pihak sekolah bertekad untuk mewujudkan impian membantu masyarakat di era pandemi covid-19. Seluruh rancang bangun atau desain Mobilist dibuat oleh tim kerja SMK. 

Karya anak bangsa ini hanya dibandrol seharga Rp20 juta.

"Kami keluarga besar sivitas akademika SMK Model PGRI 1 Mejayen, tetap optimistis. Kami bisa! Kami siap lebih produktif di era new normal," sebut Sampun. (Medcom.id/OL-7)

BERITA TERKAIT