30 June 2020, 19:10 WIB

Disiapkan Rp1,4 M untuk Penataan area Panjunan di Kota Cirebon


Nurul Hidayah | Nusantara

KAWASAN kumuh di Panjunan, Kota Cirebon bakal ditata ulang. Untuk itu Pemkot Cirebon pada 2 Juli mendatang akan melakukan sosialisasi pengentasan kawasan kumuh di sana.

Kepala bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, menjelaskan pelaksanaan sosialisasi seharusnya dilakukan sekitar tiga bulan yang lalu. Pihaknya kemudian menggelar rapat bersama dengan instansi terkait lainnya dan menyetujui pelaksanaan sosialisasi pengentasan kawasan kumuh di Panjunan akan dilakukan 2 Juli mendatang.

"Saat ini kita mengejar ketertinggalan. Tiga bulan stagnan," ungkap Khaerul. Setelah sepakat, maka hasil kesepakatan akan tertuang dalam berita acara kesepakatan. Selanjutnya tim appresial akan turun untuk melakukan penilaian terhadap nilai kompensasi yang akan diberikan kepada warga terdampak.

"Mereka juga akan memberikan penjelasan kepada warga tentang kompensasi atau uang kerohiman," ungkap Khaerul.

Untuk penuntasan kawasan kumuh di Panjunan APBD Kota Cirebon telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,4 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 85 kepala keluarga dari 105 rumah yang terdampak pengentasan kawasan kumuh di pesisir Panjunan. Dana tersebut merupakan cost sharing yang dianggarkan Pemkot Cirebon untuk mengentasan kawasan kumuh di Kota Cirebon.

Seperti diberitakan, pengengatasan kawasan kumuh di Panjunan merupakan bagian dari program kota tanpa kumuh (Kotaku). Penataan Kotaku dilakukan di RW 01 dan RW 10 Kelurahan Panjunan dengan anggaran Rp 10 miliar yang berasal dari Kementrian PUPR. Penataan yang dilakukan diantaranya peningkatan drainase, peningkatan jembatan, pembuatan TPS 3R, pembuatan IPAL komunal, pedestrian, ruang terbuka publik, pekerjaan proteksi kebakaran dan lainnya.

Adanya pandemi Covid-19 membuat penataan kawasah kumuh Panjunan tertunda. Dari rencana April sudah dimulai, mundur hingga akan dilakukan sosialisasi pada 2 Juli mendatang. (OL-13)

Baca Juga: Kota Malang Inginkan Bebas Kawasan Kumuh di 2020

BERITA TERKAIT