30 June 2020, 15:32 WIB

Sandi Uno Sebut Dompet Emak-emak Jadi Prioritas di Masa Pandemi


Ihfa Firdausya | Ekonomi

KETAHANAN pangan keluarga menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi covid-19. Oleh karena itu, program pemerintah dalam penanganan dampak covid-19 harus cepat menyentuh ekonomi keluarga.

Hal tersebut diungkapkan pengusaha dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ketika mengisi webinar "Dialog Nasional Ketahan dan Perlindungan Keluarga dalam Konteks Perubahan Global dan Pandemi Covid-19" yang diadakan Penggiat Keluarga (GIGA) Indonesia, Selasa (30/6).

"Siapa yang harus disentuh? Ekonomi keluarga, dompetnya emak-emak, belanjanya ibu-ibu. Korporasi, perbankan, oke, tapi yang harus menjadi prioritas adalah ekonomi keluarga," kata Sandi.

Dia mengimbau agar persoalan ketahanan ekonomi keluarga jangan sampai berujung kepada krisis pangan dan krisis sosial. Menurutnya, program monitoring dan evaluasi (monev) harus lebih ketat agar eksekusi program lebih cepat dan bisa dirasakan masyarakat.

"Itu harus dipimpin oleh leadernya, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Kalau kita tidak istilahnya menongkrongi, akhirnya ratusan triliun (dana covid-19) itu mengendap karena birokrasi tidak dilatih untuk melakukan langkah-langkah inovasi," jelasnya.

Baca juga:  Pengamat: Selain Menkeu, Semua Menteri Bidang Perekonomian Lemah

Sandi menyebut kebutuhan keluarga makin bertambah di era pandemi ini. Di sisi lain, daya beli masyarakat pun berkurang.

"Menariknya, angka inflasi malah minus. BI memproyeksikan angka inflasi Juni justru minus 0,01%. Kita merasa semua mahal ternyata yang terjadi adalah walaupun pemerintah mengendalikan harga pangan, daya beli masyarakat turun drastis sehingga permintaan turun drastis," jelasnya.

"Ini yang membebani hidup kita, tapi keluarga kita harus menyikapi, bagaimana caranya kita beradaptasi terhadap kenormalan baru," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Bidang Ketahanan Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua GIGA Indonesia Prof Euis Sunarti menyebut survei yang dilakukannya menunjukkan rentannya ketahanan pangan keluarga.

"Saya melakukan survei dua kali, itu datanya luar biasa. Pendidikan S1, S2, S3, yang punya simpanan untuk kurang dari dua bulan itu 53%. Yang sampai 6 bulan hanya 30%," katanya.(OL-5)

BERITA TERKAIT