30 June 2020, 15:05 WIB

Polisi Ajak Mahasiswa Hambat Sebaran Covid-19 di Sidoarjo


Heri Susetyo | Nusantara

POLRESTA Sidoarjo merangkul mahasiswa guna menekan angka penyebaran covid-19 serta menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah pandemi korona.

Hal itu disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji saat audensi dengan perwakilan mahasiswa di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (30/6). Yakni, perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Pada kesempatan itu Kombes Sumardji menyampaikan kepada perwakilan mahasiswa, bahwa di masa transisi new normal, penyebaran covid-19 di Kabupaten Sidoarjo masih tinggi. Bahkan tujuh rumah sakit rujukan di wilayah Sidoarjo sudah penuh pasien covid-19.

"Sebab itu pemerintah mengalihkan ke beberapa rumah sakit rujukan di wilayah lain, sedangkan bagi yang OTG bisa ke Mal Pelayanan Publik," kata Sumardji yang juga Wakil Ketua Penanganan Covid-19 Sidoarjo tersebut.

Lebih lanjut Sumardji mengajak peran serta mahasiswa agar turut aktif mengedukasi masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan, dan menerapkan physical distancing. Meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah dicabut, masyarakat diimbau tetap stay at home, dan keluar rumah hanya bila ada keperluan.

"Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan tersebut, maka mata rantai penyebaran covid-19 dapat segera terputus," tegas Sumardji.

Sementara Ketua Pengurus Cabang PMII Sidoarjo Burhanul Mukhlasoni mengatakan, pihak mahasiswa senantiasa siap membantu pemerintah, TNI dan Polri di tengah pandemi covid-19 ini. Bahkan tak hanya turut menekan penyebaran virus korona, melainkan juga menjaga kondusifitas kamtibmas, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

"Karenanya melalui forum audiensi dengan Kapolresta Sidoarjo dan jajarannya ini diharapkan dapat memperkuat sinergitas Polri dengan mahasiswa," kata Burhanul.

Ketua HMI Sidoarjo Ihza Kurnia Akbar menambahkan, bahwa edukasi ke masyarakat akan bahaya penyebaran virus corona sangat diperlukan. HMI bersama organisasi kemahasiswaan lainnya akan menggiatkan edukasi ke masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan virus korona. "Penyebaran virus korona harus kita lakukan bersama, saling bergandengan untuk memberikan penyadaran ke masyarakat," kata Ihza. (OL-13)

Baca Juga: Rhoma Irama tak Terima Dituding Langgar PSBB

BERITA TERKAIT