30 June 2020, 14:00 WIB

Presiden Maduro Usir Misi Eropa dari Venezuela


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Senin (29/6), memberikan waktu 72 jam pada kepala misi Uni Eropa (UE) di Caracas, Isabel Brilhante Pedrosa, untuk meninggalkan negara itu. Pengusiran itu terjadi setelah blok ekonomi mengumumkan sanksi terhadap 11 pejabat Venezuela.

"Siapa mereka mencoba memaksakan diri dengan ancaman?" kata Maduro. "Kami memberikan waktu 72 jam. Dia akan diberi pesawat untuk pergi," tegasnya.

Wilayah udara Venezuela saat ini tertutup untuk pesawat komersial karena pandemi virus korona.

Hubungan antara UE dan Venezuela telah tegang sejak 2017. Saat itu Venezuela menjadi negara Amerika Latin pertama yang menerima sanksi dari UE, termasuk embargo senjata.

Baca juga: Sidang Kasus Tewasnya George Floyd akan Digelar Tahun Depan

Di antara para pejabat yang dijatuhi sanksi pada Senin adalah legislator oposisi Luis Parra, yang didukung oleh Maduro dalam memperebutkan kepemimpinan oposisi yang dikendalikan Majelis Nasional dengan presidennya Juan Guaido.

Guaido menggunakan posisinya sebagai ketua parlemen untuk menantang otoritas Maduro pada Januari 2019 dengan mendeklarasikan dirinya sebagai presiden setelah Majelis Nasional menganggap pemimpin sosialis itu seorang perebut kekuasaan dalam pemilihan ulang yang kontroversial pada 2018. Jajak pendapat itu dicap sebagai penipuan.

Guaido diakui sebagai presiden sementara Venezuela oleh lebih dari 50 negara, termasuk Amerika Serikat dan sebagian besar UE.

Parra menyatakan dirinya sebagai presiden Majelis Nasional pada Januari, sementara pasukan keamanan yang setia kepada Maduro mencegah Guaido memasuki parlemen untuk ikut pemungutan suara.

Awalnya bersekutu, kini Parra berselisih dengan Guaido, setelah ia dikaitkan dengan skandal korupsi terkait dengan program distribusi makanan yang dijalankan oleh pemerintah Maduro. (AFP/France 24/OL-14)

 

BERITA TERKAIT