30 June 2020, 12:58 WIB

Petani Bengkulu Harus Segera Tanam Padi Sebelum Kemarau


Marliansyah | Nusantara


LAHAN persawahan seluas 500 hektare di Kota Bengkulu, segera ditanami padi kembali setelah panen menjelang masuk musim kemarau pada Juli mendatang. Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, para petani dan gabungan petani di Kota Bengkulu, untuk segera menanam kembali padi di lahan seluas 500 hektare menjelang masuk musim kemarau.

"Para petani agar setelah panen langsung menanam kembali padi di lahan seluas 500 hektare yang ada di Kota Bengkulu, karena berdasarkan prediksi BMKG bakal terjadi musim kemarau yang cukup panjang di Provinsi Bengkulu," kata Dedy Wahyudi, Selasa (30/6).

Petani dan gabungan petani, lanjut dia, setelah panen untuk segera langsung menanam kembali karena prediksi BMKG akan mamasuki musim kemarau.Untuk itu, jika kemarau terjadi cukup lama, maka antisipasi dan langkah terakhir yang akan dilakukan adalah menggunakan sistem pompa air dari sungai agar sawah tetap teraliri air sehingga petani tidak gagal panen.

Saat ini, area sawah yang ada mencapai 500 hektare. Dan setiap hekatre menghasilkan sebanyak lima ton beras sehingga menjadi potensi yang cukup besar. Apalagi benih padinya mendapat bantuan dari Pemkot Bengkulu. 

Kepala Dinas Pertanian Kota Bengkulu Syahrul Tamzie menambahkan persoalan pertanian di Kota Bengkulu adalah irigasi. Banyak saluran irigasi rusak yang rusak terutama irigasi primer.

baca juga: Petani Soppeng Memanfaatkan Pekarangan Untuk Demplot

"Upaya yang dilakukan dengan perbaikan irigasi dengan cara swadaya masyarakata. Misalnya dengan mengakali menggunakan papan agar irigasi yang bocor bisa menahan air. Pemkot Bengkulu akan menganggarkan perbaikan dengan biaya dari APBD untuk perbaikan irigasi ini," ujarnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT