30 June 2020, 12:31 WIB

Virus Lebih Ganas dari Wuhan, Beijing Lakukan Karantina 28 Hari


Antara | Internasional

KEKHAWATIRAN kalangan ilmuwan soal tipe virus korona baru yang menular dari Pasar Induk Xinfaldi Beijing lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir 2019 membuat Pemerintah Kota Beijing menggandakan masa karantina dari 14 hari menjadi 28 hari.

Mayoritas orang yang dikarantina di Beijing merupakan para pekerja di lapak daging sapi dan kambing di Pasar Xinfadi. Pakar dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) Shi Guoqing menyebut mereka dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi covid-19.

Shi mengungkapkan beberapa dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga sulit untuk menilai, apakah mereka tertular virus hanya dengan mengamati gejalanya.

Selain itu, karena beberapa yang terinfeksi memiliki hasil tes asam nukleat negatif dan tidak ada kelainan yang ditemukan dalam 14 hari. Sehingga tak cukup waktu untuk mengonfirmasinya jika karantina hanya berlaku 14 hari.

Baca juga: Muncul Kasus Covid-19, Tiongkok Lockdown Wilayah Dekat Beijing

Dengan demikian, menurut Shi, ada kemungkinan orang-orang tersebut akan menyebarkan virus kepada orang lain kalau diizinkan bebas berkeliaran.

Wakil Kepala Distrik Fengtai, Chu Junwei, mengatakan karantina untuk orang yang pernah kontak dengan pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Induk Xinfadi diperpanjang menjadi 28 hari.
  
Shi mencatat 33,8% kasus positif di Beijing terkait dengan para pekerja di lapak daging sapi dan kambing di Pasar Induk Xinfadi. Sedangkan 20,5% lainnya adalah para pengunjung area itu.

Komisi Kesehatan Kota Beijing mengumumkan inang virus korona itu diyakini diimpor dari Eropa pada awal Maret, kemudian mengarah ke Amerika Selatan dan berakhir di Tiongkok oleh manusia atau daging impor sehingga terjadilah wabah di Beijing.

Deputi Direktur Biologi Patogen di Wuhan University, Yang Zhanqiu, mengatakan masa berjangkit wabah tersebut di Beijing sangat pendek dan semuanya berkaitan dengan Pasar Induk Xinfadi.

"Itu berarti inangnya lebih ganas daripada virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan sehingga mungkin saja penyebarannya lebih dahsyat di Pasar Induk Xinfadi," ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut dia, yang paling aman adalah melakukan tindakan-tindakan ketat terhadap kelompok berisiko tinggi tersebut. Selama ini, orang merasa aman jika hasil tes negatif asam nukleatnya negatif.(OL-5)  

BERITA TERKAIT