30 June 2020, 12:20 WIB

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jawa Tengah Terus Naik


Akhmad Safuan | Nusantara

Kasus covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) hampir tembus angka 4.000 kasus. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jateng terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penanganan covid-19 di setiap wilayah. Hasilnya, angka kesembuhan melonjak dan tinggal dua daerah yang berstatus zona merah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, angka kesembuhan covid-19 di Jateng terus meningkat. Jika pada sehari sebelumnya angka kesembuhan 1.668 orang (43%), tapi pada Selasa (30/6) naik menjadi 1.856 orang (46,45%).

Hingga pukul 08.02 WIB, angka covid-19 di Jateng mencapai 3.996 kasus. Sebanyak 1.818 orang (45,50%) hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit rujukan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan akan terus berupaya melakukan percepatan penanganan covid-19. Menurut Ganjar, pihaknya terus menggalakkan rapid test dan swab test massal.

"Selain itu, melakukan tracking terhadap warga yang kontak erat dengan pasien positif covid-19 serta menyiapkan sarana dan prasarana medis memadai," jelasnya.

Baca juga: Polres Klaten Ungkap Kasus Uang Palsu

Kita, imbuh Ganjar, membentuk enam koordinator wilayah (korwil) berdasarkan eks karesidenan yang ada. "Yaitu Semarang, Banyumas, Kedu, Pati, Pekalongan, dan Surakarta," ujar Ganjar.

Keberadaan korwil ini, tambahnya, untuk memperpendek rentang komunikasi dan koordinasi, sehingga penanganan dan penanggulangan covid-19 dapat berjalan cepat, baik, dan benar termasuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di daerah.

Terkait lonjakan covid-19 yang cukup besar, Ganjar menyebut digencarkannya rapid test dilanjutkan swab test secara massal di berbagai daerah yang ada menjadi penyebabnya. "Semakin banyak ditemukan semakin baik karena akan mempercepat penanganan sccara dini," paparnya.

Meskipun jumlah pasien covid-19 terus meningkat, Ganjar mengaku tidak khawatir karena sarana dan prasarana yamg ada sangat memadai. "Bahkan dari puluhan rumah sakit rujukan yang ada, masih tersedia 50% ruang untuk isolasi," kata Ganjar.

Dia juga menambahkan bahwa berbagai sarana yang dibutuhkan, yaitu alat pelindung diri, vitamin, dan obat-obatan berikut tenaga kesehatan dalam keadaan cukup.

Menurut Ganjar, kini masih ada dua daerah berkatagori zone merah, yakni Kota Semarang dan Demak. Selain itu, masih ada 11 daerah yang harus tetap waspada tinggi.

"Untuk kedua daerah itu, saya minta jangan ada kelonggaran dulu dan zone kuning serta hijau tetap waspada," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT