30 June 2020, 11:47 WIB

Kadin: Penggunaan Data K/L Lambat buat Penyaluran Anggaran Mandek


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DEWAN Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Chris Kanter menilai bahwa mandeknya penyaluran anggaran covid-19 dikarenakan penggunaan data dari Kementerian/Lembaga (K/L) yang lambat dan tidak update.

Maka dari itu, dia menyarankan pemerintah untuk memfokuskan data khususnya penerima bantuan sosial kepada satu lembaga untuk mengkoordinasikan data tersebut.

"Data terkini penerima bantuan sosial sampai sekarang masih belum up to date dan ada di banyak K/L, sehingga perlu ada lembaga yang mengatur bantuan sosial dari seluruh lembaga, kementerian maupun sumbangan secara terpusat," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (30/6).

Lebih lanjut, Chris juga menekankan bantuan pemerintah pada sektor usaha juga harus menggunakan mekanisme negative list dalam ketentuan subsidi pajak.

Pasalnya saat ini ketentuan subsidi pajak menggunakan mekanisme positive list sehingga banyak sektor yang dikatakan tidak menerima bantuan.

"Jadi, nantinya yang diatur hanya yang tidak berhak dibantu, sisanya semua harus dibantu," sambung Chris.

Baca juga: Presiden: Segera Salurkan Anggaran secara Cepat

Selain itu, Chris juga mengomentari terkait pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang dikatakan masih belum efektif.

Menurutnya saat ini yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan lagi rapid test, tapi ketersediaan PCR dan swab test di seluruh pelosok Indonesia.

"Juga kemampuan daya tampung rumah sakit, termasuk ruang isolasi harus dipeecepat. Karena itu akan makan waktu yang cukup lama, maka bantuan sosial harus segera berjalan. Baik kepada seluruh masyarak yang terkena dampak atau seluruh sektor dunia usaha yang terkena dampak," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT