30 June 2020, 11:34 WIB

Saat Ini Lulusan SMK Lebih Besar Terserap di Sektor Kerja


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PELUANG lulusan SMK untuk memperoleh pekerjaan tepat dalam waku cepat ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI) cukup besar. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ahmad Saufi mengatakan, saat ini kesempatan lulusan SMK langsung diterima kerja di DUDI semakin besar. Hal ini disebabkan adanya ‘pernikahan massal’ yang semakin memperkuat kemitraan antara pendidikan vokasi dengan DUDI.

"Kami di Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI diberi tugas khusus untuk menjodohkan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Kami akan banyak berinteraksi dengan pelaku industri, termasuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh pendidikan vokasi sehingga mereka percaya akan kemampuan lulusan vokasi,” tutur Saufi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6).

Pada jenjang SMK, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI tahun ini bahkan memberikan perhatian khusus bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi guru serta kepala sekolah. Pelatihan bagi guru dilakukan melalui Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK berstandar industri.

Sedangkan bagi kepala sekolah, terdapat Program Diklat CEO untuk meningkatkan kapasitas manajerial kepala SMK, khususnya dalam entrepreneur leadership. Fokus Kemendikbud pada pengembangan pendidikan vokasi empat bidang prioritas, yakni pemesinan dan konstruksi, hospitality, ekonomi kreatif, dan care service (layanan perawatan).

Untuk mendukung lulusan SMK bisa cepat diserap pasar, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud telah membentuk Forum Pengarah Vokasi (FPV) yang beranggotakan para pelaku usaha, komunitas industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Sebagai bentuk keterlibatan industri lebih besar dalam pembelajaran SMK. FPV ini akan dilibatkan mulai dari penyusunan kurikulum, hingga perekrutan lulusan. 

baca juga: Aplikasi Pendidikan Inklusi Lambat

"Melalui pendekatan ini artinya kita sudah menggandeng langsung para pelaku usaha. Bahkan kita juga memperoleh daftar calon tempat kerja bagi para lulusan beserta kriteria yang dibutuhkan DUDI. Berikutnya, kita menyusun strategi untuk menyiapkan lulusan yang kompeten secara hard skills dan soft skill," kata Ahmad Saufi.(RO)


 

BERITA TERKAIT