30 June 2020, 10:21 WIB

KKP Gelar Sejumlah Pelatihan untuk Masyarakat Kelautan


Hilda Julaika | Ekonomi

BADAN Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar lima pelatihan daring untuk masyarakat kelautan dan perikanan. 

Menurut Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Terutama untuk mendukung program pemulihan ekonomi di masa kenormalan baru (new normal) pascapandemi covid-19.

Pelatihan tersebut adalah pelatihan pembuatan fish samosa, iodisasi garam dan pengemasan, pengaplikasian fiberglass untuk usaha perikanan, pembuatan bubu lipat, serta perawatan dan perbaikan sistem pengapian motor tempel.

“Saya tegaskan, pelatihan ini bukan sekadar cara masak atau cara montir, melainkan bagaimana dengan keterampilan dan pengetahuan ini. Anda bisa mengandalkan hidup dari situ,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (30/6).

Sjarief menyebut, setiap pelatihan yang digelar harus lengkap dari proses hulu hingga hilir. Proses hulu yang dimaksud yaitu penyiapan bahan baku.

Baca juga: Menkeu: Uang Negera di Perbankan Percepat Geliat Dunia Usaha

Menurutnya, peserta pelatihan harus mengetahui apa saja bahan baku yang dibutuhkan, di mana bisa memperolehnya, berapa harganya, hingga bagaimana cara menilai kualitasnya.

“Anda harus memastikan bahwa material yang Anda beli adalah yang terbaik, termurah, dan bisa dijangkau jaraknya,” Sjarief mengingatkan.

Tidak hanya pelatihan dengan output produk, pelatihan dengan output berupa jasa seperti pelatihan perawatan dan perbaikan sistem pengapian motor tempel juga dinilai sangat bermanfaat. Terutama bagi masyarakat nelayan yang hidup di daerah pesisir.

Adapun Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, pelatihan ini diselenggarakan melalui aplikasi e-Jaring, yaitu aplikasi pembelajaran daring perikanan. Melalui aplikasi ini, KKP menyediakan pelatihan digital dengan metode learning by doing yang memungkinkan interaksi langsung antara pesera dengan pelatih.

“Kita akan terus memberikan pelatihan yang lebih beragam. Semoga pelatihan yang kita berikan bermanfaat dan mudah dimengerti oleh peserta,” tutupnya. (A-2)

BERITA TERKAIT