30 June 2020, 07:16 WIB

16 Santri OTG dari Blora Diam-Diam Kembali ke Temboro


Akhmad Safuan | Nusantara

SEBANYAK 16 pasien positif covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang dijemput paksa keluarga dari tempat isolasi di Klinik Bakti Padma Blora, Jawa Tengah nekat kembali ke pondok pesantren di Temboro, Magetan, Jawa Timur. Seharusnya 16 pasien positif covid-19 itu masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun kini mereka telah meninggalkan Blora kembali ke pondok pesantren, dalam kondisi belum dintarakan sembuh. Hasil swab test pun belum keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto mengatakan cukup kaget dengan adanya informasi terbaru bahwa 16 pasien covid-19 yang dijemput keluarga beberapa waktu dari tempat isolasi di Klinik Bakti Padma Blora telah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi belum sembuh.

"Mereka adalah klaster Temboro, setelah sampai di ponpes itu harus kembali menjalani karantina lagi karena dikhawatirkan dapat menularkan ke santri lainnya," kata Lilik Hernanto, Senin (29/6).

Menurutnya 16 santri ini kondisinya membahayakan karena bisa menulari santri lain di ponpes tersebut apabila mereka bebas berkeliaran. Terlebih status mereka adalah OTG dan hasil swab test belum juga keluar. Untuk mencegah penularan, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora telah menghubungi tim GTPP Covid-19 Kabupaten Magetan (Jatim) untuk melaporkan bahwa ada pasien OTG positif Covid-19 dari Blora yang kembali ke Pondok Temboro.

baca juga: RSUD Sidoarjo Kelebihan Pasien Covid-19

"Kita sudah laoporkan Gugus Tugas Magetan dan perkembangannya seperti apa, kita nanti akan dikabari dari sana, diharapkan dapat penanganan serius karena berbahaya," ujar Lilik.

Sementara itu di Blora kasus covid-19 terus meningkat dari sebelumnya sevanyak 48 orang kini telah menjadi 51 kasus dengan 39 masih dirawat, tujuh orang sembuh, lima orang meninggal, 80 orang OTG dan 29 reaktif berdasarkan test rapid massal. Kejadian 16 santri Temboro ini membuat geram Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia meminta kepala daerah Blora untuk memantau 16 santri itu agar tidak menulari orang lain. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT