30 June 2020, 05:53 WIB

Barcelona-Juventus Resmi Tukar Arthur-Pjanic, Siapa Diuntungkan?


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

BARCELONA resmi mendatangkan Miralem Pjanic dari Juventus. Pihak Barcelona mengonfirmasi kabar tersebut melalui situs resmi klub, Senin (29/6) malam WIB.

"Barcelona dan Juventus telah sepakat untuk transfer Pjanic," tulis pihak Barcelona.

Barcelona menebus Pjanic dengan mahar 60 juta euro plus biaya lain sebesar 5 juta euro. Barcelona mengikat Pjanic hingga empat tahun ke depan hingga musim 2023/2024 dengan klausul pelepasan senilai 400 juta euro. Beberapa jam sebelumnya, Barcelona juga mengonfirmasi melepas Arthur Melo ke Juventus dengan mahar sebesar 72 juta euro atau Rp1,1 triliun, ditambah biaya lain 10 juta euro atau Rp161 miliar. Lalu, siapa yang diuntungkan dalam pertukaran ini?

Dari proses transfer, jika menilai harga, Barcelona sedikit diuntungkan dengan keuntungan sekitar 10 juta euro. Namun, berbicara pada proyeksi masa depan, Barcelona sepertinya harus berpikir dua kali melepas Arthur demi Pjanic. Arthur masih berusia 23 tahun dan masih bisa berkembang pesat hingga beberapa tahun ke depan jika terus mendapatkan jam terbang dan dilatih pelatih yang tepat.

Sedangkan Pjanic yang unggul dari segi pengalaman telah berusia 30 tahun. Empat atau lima tahun ke depan, Pjanic mungkin telah melewati puncak karirnya. Terlebih ketika umurnya lebih dari 30 tahun akan membuat fisiknya menurun.

Meski demikian, Barcelona mungkin butuh sosok Pjanic sebagai gelandang pengalaman lainnya yang telah diisi Ivan Rakitic dan Arthuro Vidal untuk menemani gelandang muda, Frenkie De Jong dan Riqui Puig.

Sedangkan Juventus memiliki banyak opsi di lini tengah saat ini, seperti Blaise Matuidi, Aaron Ramsey, Adrien Rabiot, dan Rodrigo Bentancur. Arthur dinilai siap menjadi pengatur lini tengah ketika salah satu dari mereka hijrah pada akhir musim.

Selain itu, jika berbicara kebutuhan taktik, kehadiran Pjanic mungkin dibutuhkan sebagai pemecah kebuntuan umpan Barcelona di sepertiga area lawan. Sqawka mencatat, sejak musim 2018/2019, Pjanic memiliki akurasi operan sebesar 90,47%. Jumlah ini lebih rendah dari akurasi operan Arthur yang menyentuh 92,68%.

baca juga: Buffon belum akan Lepas Seragam Si Nyonya Tua

Namun, Pjanic mampu mengalirkan bola ke depan lebih besar, yakni 27,79%. Sedangkan, Arthur hanya 19,26%. Lalu, Pjanic juga unggul melepaskan umpan di area pertahanan lawan sebesar 9,79. Lebih besar dari Arthur yang mencatatkan 9,29. Dari statistik ini, terlihat Arthur lebih banyak bermaina aman dan melepaskan umpan yang cenderung enak diterima rekan setim. Sedangkan Pjanic sering melepaskan umpan berisiko ke depan yang bisa membuahkan peluang mencetak gol.(OL-3)

BERITA TERKAIT