30 June 2020, 04:53 WIB

Menristek/Kepala BRIN Apresiasi Kinerja Inovator Tanah Air


Gan/S1-25 | Teknologi

UPAYA para inovator Tanah Air menghasilkan berbagai produk inovasi untuk penanggulangan covid-19 sangat diapresiasi oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro.

“Bayangkan, riset dan inovasi yang biasanya di proposal dilakukan minimal dalam satu tahun anggaran, ini hanya dalam hitungan 3 bulan, sudah menghasilkan produk-produk inovasi yang berkualitas, luar biasa dan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, yang pada saat yang sama, bangsa lain juga sedang berlombalomba membuatnya,” ungkap Bambang saat melakukan penyerahan produk ventilator Convent-20, hasil inovasi Univeristas Indonesia (UI), kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19/ Kepala BNPB, di Jakarta Rabu (24/06).

Bambang mengungkapkan kunci dari keberhasilan para inovator tersebut ada di kolaborasi berbagai sektor dan disiplin ilmu. Pandemi covid-19 yang menjadi tantangan berat bangsa Indonesia dan global saat ini. Tantangan tersebut ternyata terbukti dapat menyatukan tekad dan semangat para inventor dan inovator dari kalangan pemerintah, akademisi, dan swasta untuk berkolaborasi dan bekerja sama mengatasi pandemi bersama-sama. “Kuncinya adalah kolaborasi, kemitraan, dan kerjasama.”

Covent-20 merupakan salah satu produk ventilator yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/ BRIN.

Produk itu telah berhasil lolos uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) pada 15 Juni 2020, dan mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 19 Juni 2020.

Keberhasilan tersebut melengkapi empat ventilator hasil inovasi dari berbagai institusi yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Kebangkitan bangsa

Bambang juga sangat mengapresiasi dukungan penuh dari BNPB, khususnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Doni Monardo yang terus mendukung Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bentukan Kemenristek/BRIN pada awal Maret 2020.

“Sinergi yang baik unsur-unsur triple helix, antara akademisi, pemerintah, dan swasta telah menghasilkan berbagai produk inovasi yang bermanfaat. Saat ini, diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan bangsa Indonesia yang ditandai dengan kemajuan ekonomi yang digerakkan oleh produkproduk inovasi,” jelas dia.

Seperti yang diketahui, ventilator yang dihasilkan UI dikembangkan oleh para peneliti di Fakultas Teknik UI (FTUI) dan Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSUP Persahabatan Jakarta, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik.

Saat ini, Convent-20 diproduksi oleh beberapa mitra produsen alat kesehatan (alkes), di antaranya PT Enesers Mitra Berkah, PT Graha Teknomedika, dan PT PINDAD.

Produksi Covent-20 dilakukan dengan skema penggalangan donasi dari beberapa perusahaan, komunitas masyarakat dan alumni UI di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI (ILUNI FTUI).

Rektor UI Ari Kuncoro menjelaskan, dengan adanya produk ventilator diharapkan dapat membantu penanggulangan covid-19 di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan wujud kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri.

“Penyerahan ini mewakili 300 ventilator Covent-20 yang akan didistribusikan kepada lebih dari 180 rumah sakit rujukan covid-19 dan rumah
sakit di seluruh Indonesia melalui skema donasi. Pendistribusian diharapkan selesai pada akhir Juni 2020. Angka 300 tentunya masih jauh dan pemenuhan kebutuhan di Indonesia,” singkat Ari. (Gan/S1-25)

BERITA TERKAIT