30 June 2020, 04:29 WIB

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad Garda


Dispenad | Politik dan Hukum

WILAYAH perbatasan merupakan daerah terdepan NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan dan pertahanan negara. Dalam Operasi
Militer Selain Perang (OMSP) seperti tertuang dalam UU No 34/2004 tentang TNI, pengamanan perbatasan darat negara merupakan salah satu tugas TNI AD.

Karena itu, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad yang bermarkas di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dan telah bertugas selama 11 bulan, senantiasa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad yang dipimpin Dansatgas Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han, tersebar di 22 pos batas, bertanggung jawab di sepanjang perbatasan RI-PNG sektor Selatan Kabupaten Merauke, Papua, serta memiliki tugas pokok menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan agar batas wilayah negara yang berupa patok-patok batas tidak bergeser, rusak, dan hilang.

Terdapat 17 patok batas tipe MM, 5 patok batas tipe A, dan 40 patok batas tipe B yang harus dijaga. Tiap bulan pos-pos Satgas melaksanakan patroli patok batas secara rutin sesuai tanggung jawab mereka serta merawatnya sampai radius 10 meter sekitar patok batas.

Untuk melaksanakan patroli patok batas, bukan hal mudah, karena medan yang dilalui cukup berat dan sulit.

Bangun Kesejahteraan Masyarakat dengan Serbuan Teritorial

Selain melaksanakan tugas pokok menjaga wilayah perbatasan negara, Satgas Pamtas juga mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui serbuan teritorial berupa Bakti TNI, komunikasi sosial, dan berbagai bidang kegiatan, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun kerohanian, yang dilaksanakan secara kreatif dan inovatif.

Berbagai kegiatan Bakti TNI antara lain perbaikan dan pembangunan jalan, sarana tempat ibadah, sarana pendidikan, jembatan, renovasi tempat tinggal dan berbagai sarana fasilitas umum secara bergotong royong. Satgas juga melaksanakan komunikasi sosial, beranjangsana ke rumah-rumah warga sambil berbagi.

Tidak hanya itu, Satgas juga membina generasi muda. Seperti dilakukan Pos Toray, pimpinan Letda Inf Wesly Basilius Tanaem, yang sukses membina dan melatih pemuda yatim piatu bernama Yusuf Rony Kabarjay, putra daerah Papua dari suku Yeinan, anak angkat Yonias Kapaiter, warga Kampung Toray, Distrik Sota, yang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Berkat binaan prajurit di Pos Satgas itu, Rony Kabarjay akhirnya lulus seleksi dan berhasil menjadi prajurit TNI AD.

“Saya sangat berterima kasih kepada Prajurit Satgas Pos Toray, karena sudah melatih dan membimbing kitong pu anak untuk bisa jadi prajurit TNI sama seperti Bapak dorang. Kitong keluarga besar dan masyarakat di Kampung Toray sangat bangga melihat hal ini,” ujar Yonias Kapaiter. Satgas Pamtas juga membina dan mengajak pemuda lainnya di wilayah perbatasan untuk bergabung dan menjadi bagian dari TNI AD serta mengabdikan diri kepada bangsa dan NKRI.

Di bidang pendidikan, Satgas Pamtas membantu mengajar siswa SD dan SMP selama 3 kali dalam seminggu berupa pelajaran bacatulis, berhitung, iptek, materi baris-berbaris, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.

Para siswa dan guru menyambut antusias kehadiran anggota Satgas yang menjadi tenaga pengajar di sekolah mereka. “Terima kasih bapak-bapak TNI, kami guru dan siswa di sekolah perbatasan sangat senang dan terbantu, anak-anak juga senang, serta jadi lebih giat dan semangat belajar,” ungkap Ester Gebze, guru SD Inpres Rawa Biru, Distrik Sota.

Untuk meningkatkan minat baca dan memperluas pengetahuan anak-anak usia sekolah di perbatasan, Satgas Pamtas merancang Mobil Pintar. Mobil truk angkut personel TNI yang dibawa dari home-base itu disulap menjadi perpustakaan keliling yang berisikan buku bacaan dan televisi.

“Perpustakaan keliling jadi kegiatan rutin di kampung-kampung binaan kami. Perpustakaan keliling ini selalu dinanti dan mencuri perhatian anak-anak dan masyarakat kampung.

Kepala SD YPPK Yanggandur, Emerikus Renyaan, menyampaikan mobil pintar ini menjadi daya tarik bagi anak-anak. Bahkan, Mobil Pintar ini sempat mendapat sorotan beberapa stasiun TV swasta nasional dan masuk liputan khusus di ulang tahun salah satu TV swasta bertema Pahlawan Perbatasan.

“YPP SCTV-Indosiar mengapresiasi perpustakaan keliling dengan memberi bantuan operasional satu unit mobil pintar,” tambah Mayor Rizky.

Di bidang kesehatan, Satgas Pamtas memiliki tenaga kesehatan yang cukup handal. Dokter Satgas Pamtas, Lettu Ckm dr. M. Akbar Andriansah mengatakan kehadiran Satgas tenaga kesehatan di masing-masing pos sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Beberapa kali Satgas kesehatan membantu bidan kampung melaksanakan persalinan ibu-ibu melahirkan di perbatasan seperti di Kampung Yakyu, Kampung Yanggandur, Kampung Bupul 12, dan Kampung Erambu. “Bahkan Pos Barki pernah membantu persalinan ibu yang dalam perjalanan evakuasi ke RSUD Merauke, namun karena bidan yang mendampingi melihat pasien sudah tidak sanggup lagi, akhirnya melaksanakan persalinan di pos Satgas dan Alhamdulilah selamat,” ungkap dr. M. Akbar.

Satgas Pamtas juga melaksanakan pengobatan keliling ke rumah-rumah dan bivak-bivak penduduk yang tersebar di sekitar pos.

Sebagai wujud kepeduliannya dengan warga binaan, Pos Komando Utama (Kout) Sota juga merawat nenek Sumiyati yang hidup sebatang kara di Kampung Sota, Distrik Sota. “Selama tiga bulan anggota Pos Kout bersama personel Kesehatan merawat nenek yang keadaanya sudah sakit-sakitan, mulai dari memandikan, menyuapi makan, menemani tinggal di rumahnya, hingga mengajak sang nenek untuk pelan-pelan belajar jalan,” tutur Wadansatgas Mayor Inf Ilham Datu Ramang.

Saat pandemi Covid-19, Satgas Pamtaspun ikut membantu Pemda setempat dan masyarakat seperti pembagian masker, penyemprotan disinfektan, pemberian bantuan makanan, santunan anak yatim hingga donor darah.

Satgas Pamtas juga terlibat aktif dalam kegiatan kerohanian, seperti ibadah bersama masyarakat, membersihkan dan memperbaiki prasarana ibadah, hingga kegiatan KKR (Kebaktian Kebanguan Rohani) dengan tema Doa Untuk Indonesia yang menghadirkan Pendeta Gilbert Lumoindang.

Di bidang ekonomi, Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad membantu meningkatkan perekonomian warga di antaranya mengajari masyarakat RT Yakyu, Kampung Rawa Biru, membuat tempe.

Kami juga menyosialisasikan cara membuat ikan asin, berkebun/menanam sayuran dan buah-buahan serta membantu menyalurkan hasil panennya ke Kota Merauke,” urai Mayor Inf Rizky Aditya.

Berbagai kegiatan teritorial Satgas Pamtas terbukti menyentuh kesadaran masyarakat perbatasan. Hasilnya, sejumlah Pos Satgas menerima penyerahan 1 buah senjata api organik, 6 buah senjata api rakitan dan 6 butir munisi secara sukarela dari masyarakat. Masyarakat di sekitar pos-pos perbatasan juga menilai kehadiran Satgas Pamtas tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga mampu mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat, di sepanjang perbatasan RI-PNG.

BERITA TERKAIT