30 June 2020, 06:00 WIB

KPAI Minta Kursi Jalur Zonasi Ditambah


Ssr/Ykb/Ins/J-2 | Megapolitan

PENERIMAAN peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta tahun ajaran (TA) 2020/2021 lewat jalur zonasi selesai Sabtu (27/6). Siswa yang belum lolos bisa mengikuti jalur prestasi akademis yang dibuka 1-3 Juli.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyebutkan ada kuota 25% buat jalur prestasi akademis jenjang SMP dan SMA. “Rinciannya, 20% untuk calon peserta didik baru dari DKI Jakarta dan 5% calon peserta didik baru luar DKI,” ujar Nahdiana, Senin (29/6).

Seleksi utama jalur prestasi akademis memperhitungkan rata-rata nilai akademis selama lima semester terakhir dan nilai akreditasi sekolah asal yang digunakan untuk jenjang SD ke SMP.

Nilai yang dihitung meliputi mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, ilmu pengetahuan alam, dan pendidikan kewarganegaraan. Adapun nilai rapor jenjang SMP ke SMA atau SMK meliputi mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan bahasa Inggris.

Secara terpisah, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia DKI Retno Listyarti meminta Kadisdik menambah kuota kursi PPDB jalur zonasi. Pasalnya, dalam Permendikbud No 44 Tahun 2019 mengatur minimal kuota zonasi sebesar 50%, sedangkan Disdik DKI 40%. “Tambahkan 2-4 kursi lagi per kelas di setiap sekolah,” papar Retno.

Kebijakan Disdik DKI Nahdiana yang membuat petunjuk teknis bertentangan dengan Permendikbud disikapi pengacara publik untuk Forum Orangtua Murid dan Gerakan Emak Bapak Peduli Pendidikan, David Tobing, dengan melaporkan Nahdiana ke Ombudsman RI. Nahdiana dianggap melakukan malaadministrasi PPDB TA 2020/2021 karena memasukkan syarat usia. (Ssr/Ykb/Ins/J-2)

BERITA TERKAIT