30 June 2020, 03:25 WIB

Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara


TITIK panas (hotspot) di Sumatra Selatan saat ini terus meningkat meskipun intensitas hujan masih cukup deras. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Selatan pada periode Januari-Juni, satelit mendeteksi sebanyak 1.868 titik panas muncul di hampir seluruh wilayah Sumsel.

Hotspot paling banyak muncul pada Maret sebanyak 457 titik. Sementara sepanjang Juni, jumlahnya mencapai 252 titik.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan meskipun banyak mendeteksi hotspot, namun ia mengklaim jika titik panas tersebut belum tentu merupakan firespot. Terlebih, satelit yang digunakan untuk pendeteksian tahun ini jumlahnya lebih banyak.

"Tahun ini, kita menggunakan 5 satelit. Sebelumnya hanya 3 satelit. Sehingga, proses pendeteksiannya lebih banyak. Jumlah hotspot yang muncul itu akumulasi dari 5 satelit itu," kata Ansori.

Ia mengatakan tingkat confidence atau kepercayaan dari satelit juga dikurangi dari 0-100 persen. Sehingga, pendeteksian yang dilakukan lebih sensitif.

"Kalau sebelumnya itu 80 persen ke atas. Jadi hotspot yang dideteksi benar-benar titik api. Kalau sekarang itu lebih sensitif," ujarnya.

Hanya saja, pengamatan yang dilakukan tim di lapangan belum ada titik api yang timbul di lokasi hotspot. Ia mengatakan saat ini kondisi lahan masih basah pascaberakhirnya musim penghujan.

"Kalau lahan masih basah untuk saat ini. Sejauh ini belum ada titik api," terangnya.

Ansori mengatakan wilayah yang paling banyak terdeteksi hotspot berada di Kabupaten Muara Enim dengan jumlah hotspot sebanyak 370 titik. Lalu
Kabupaten OKI dan OKU masing-masing 347 titik.

Muba sebanyak 315 titik, Banyuasin 193 titik, Pali sebanyak 140 titik dan Ogan Ilir sebanyak 134 titik. "Sisanya itu masih dibawah 100 titik. Paling sedikit itu di Kota Pagaralam yakni 3 titik," ungkapnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT