30 June 2020, 05:00 WIB

Sinergi Berhasil Atasi Kobaran Api


RK/DW/PO/SL/RF/N-2 | Nusantara

UJIAN awal kerja sama antara perusahaan perkebunan dan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau berhasil dituntaskan. Mereka mampu memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan, kemarin.

“Seluruh titik api yang muncul di Kecamatan Bandar Petalangan dan Bunut, Pelalawan, sudah berhasil dipadamkan. Untuk penyebab kejadiannya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto.

Sementara itu, Nurul Huda, juru bicara PT Arara Abadi, perusahaan hutan tanaman industri dari kelompok usaha Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas menyatakan api muncul sekitar 200 meter dari konsesi perusahaan. Tim dari perusahaan dan satgas langsung bergerak ke lokasi dan memadamkan api.

“Saat ini, helikopter kami dan BNPB terus melakukan water bombing di luar konsesi perusahaan. Kami mengirim 60 anggota pemadam kebakaran. PT Arara Abadi yang bekerja bersama TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat,” jelas Nurul.

Menurut laporan BMKG Pekanbaru, sebanyak 127 titik panas muncul di 10 provinsi di Pulau Sumatra, kemarin. Sebanyak 41 titik berada di Riau dan 26 di antaranya di Kabupaten Pelalawan.

Titik panas, juga diakui BPBD Sumatra Selatan, terus bermunculan di wilayahnya. “Sepanjang Januari-Juni, sudah ada 1.868 titik panas yang muncul meski hujan masih mengguyur kawasan ini. Sepanjang Juni muncul 252 titik panas,” kata Kabid Kedarurat­an Ansori.

Namun, pengamatan di lapangan membuktikan belum ada titik panas yang merupakan titik api kebakaran. Satgas Karhutla, lanjutnya, sudah siap bergerak. Untuk wilayah Sumatra Selatan, ada dua helikopter water bombing, satu helicopter, dan satu pesawat karavan untuk patroli. “Anggaran sudah disiapkan pemprov sebanyak Rp37 miliar dan telah didistribusikan ke 10 kabupaten,” tambah Ansori.

Titik panas juga mulai mengepung Nusa Tenggara Timur. Kemarin, ada 10 titik panas yang tersebar di Sumba Timur, Sumba Tengah, Alor, Kupang, dan Lembata.

“Tingkat kepercayaan titik panas itu di atas 60%,” kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi.

Di beberapa wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan, persiapan juga dilakukan secara maksimal. “Kami ber­sinergi dengan Polda Sumatra Selatan di daerah perbatasan,” kata Kapolda Jambi Irjen Firman Shantiyabudi.

Sementara itu, Kapolda Bangka Belitung Irjen Anang Syarif Hidayat mengaku mengerahkan kekuatan anggota Bhabinkamtibmas untuk meng­antisipasi karhutla. (RK/DW/PO/SL/RF/N-2)

BERITA TERKAIT