30 June 2020, 01:55 WIB

Ribuan Hektare Sawah di Indramayu Alami Kekeringan


Nurul Hidayah | Nusantara

RIBUAN hektare tanaman padi di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengalami kekeringan. Akibatnya, para petani terancam gagal panen

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono menjelaskan di wilayahnya ada sekitar 1.300 hektare tanaman padi yang saat ini terancam mati akibat kekeringan. "Tersebar di empat desa yaitu Desa Karangmulya, Karanganyar, Wirakanan, dan Wirapanjunan," kata Waryono, Senin (29/6).

Menurutnya, areal pertanian di desa-desa tersebut kini sudah tidak terlihat lagi genangan airnya. Permukaan tanah yang ditumbuhi tanaman padi juga mulai mengeras dan reta-retak.

Sedangkan saluran irigasi yang memanjang di  pinggir areal persawahan, kondisinya juga sudah mengering. Tanaman padi sekalipun masih terlihat berwarna hijau namun mulai menunjukkan ada bagian daunnya yang mengering karena kekurangan air. "Umur tanaman padi antara 1 hingga 1,5 bulan," ungkap Waryono.

Kondisi kekeringan tersebut telah berlangsung sekitar 20 hari. "Hujan terakhir turun sekitar 20 hari lalu. Sedangkan pasokan  air dari saluran irigasi tidak pernah sampai ke wilayah kami," ungkap Waryono

ia juga mengungkapkan jika petani di empat desa tersebut berupaya  untuk menyelamatkan tanaman padinya. Beragam cara diupayakan, termasuk  dengan menyedot air sungai dengan mesin pompa dan membuat sumur pantek. "Tentu petani harus mengeluarkan modal tambahan Rp50 ribu per jam untuk penyedotan. Tapi sekarang sungainya sudah kering. Airnya habis," ungkap Waryono.

Sedangkan membuat sumur pantek dibutuhkan biaya sekitar Rp1,5 juta. Ini bisa dilakukan dengan cara iuran dengan sejumlah petani. Namun air yang keluar dari sumur terasa asin dan tidak cocok untuk tanaman padi. "Kami hanya bisa pasrah. Kalau sepuluh hari lagi tidak ada air, tanaman padi bisa mati," ungkap Waryono. (R-1)

BERITA TERKAIT