29 June 2020, 23:36 WIB

Ketersediaan Alat Tes IgG SARS-CoV-2 Bantu Strategi Screening


Eni Kartinah | Humaniora

KEPALA Laboratorium Rumah Sakit Nasional Persahabatan, Dewi Yennita Sari, mengatakan, ketersediaan alat tes IgG SARS-CoV-2 akan mendukung optimalisasi strategi penyaringan (screening) untuk mengatasi pandemi covid-19 secara efektif.

Saat ini, Abbott selaku penyedia layanan kesehatan global telah mengumumkan ketersediaan tes darah serologi berbasis laboratorium bertanda CE di Indonesia untuk mendeteksi antibodi IgG guna mengidentifikasi apakah seseorang telah dan pernah terpapar covid-19.

Baca juga: Sebelum Bekerja, Karyawan Wajib Isi Self-Assessment Covid-19
 
Setelah mendapatkan persetujuan dari Satuan Tugas COVID-19 Indonesia, Abbott telah memulai pengiriman alat tes IgG SARS-CoV-2 ke Indonesia dan tengah menyiapkan ratusan ribu alat tes tersebut dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi kebutuhan.

Alat tes yang juga telah memperoleh Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) ini memberikan opsi pengujian antibodi skala besar yang dapat diandalkan.

“Kami telah memvalidasi alat tes Abbott. Sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi dapat kami gunakan untuk mendukung optimalisasi strategi screening untuk mengatasi pandemi covid-19 secara efektif," kata Dewi dalam keterangan, Senin (29/6/2020).

General Manager of Abbott’s diagnostics business di Indonesia, I Putu Edi Mahadi, mengatakan, pihaknya optimistis bila jaringan laboratorium publik dan swasta Indonesia banyak yang menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott.

"Dengan begitu, kita akan memperoleh informasi yang lebih dalam dan dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai penyebaran virus ini di masyarakat, prevalensi di tingkat wilayah maupun negara, serta pengelolaan pandemi di masa depan," ujar dia.

Dalam sebuah penelitian independen yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Washington (University of Washington School of Medicine) dalam Journal of Clinical Microbiology menemukan bahwa pada saat melakukan tes terhadap 1.020 sampel pasien, alat tes ini memiliki spesifisitas 99,9% (kemampuan untuk merangkum positif sebenarnya).

Ketika menjalankan pengetesan terhadap 689 sampel serum dari 125 kasus COVID-19 terkonfirmasi melalui PCR, para peneliti menemukan sensitivitas 100 persen (kemampuan untuk mengeluarkan positif palsu) pada ke-17 hari atau lebih setelah gejala mulai dialami pada kelompok pasien tersebut.

Baca juga: 15 Provinsi Nihil Penambahan Kasus Covid-19
 
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty mengatakan, pihaknya menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott sebagai bagian dari penyediaan layanan tes covid-19.

"Sensitivitas dan spesifisitas yang dimiliki alat tes IgG Abbott, sebagaimana divalidasi oleh Prodia, memberi kami kepercayaan diri pada saat menyampaikan informasi hasil tes covid-19," tutupnya. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT