29 June 2020, 23:12 WIB

Isu tentang Bumi dan Bangsa Harus Terus Diintensifkan


Wisnu AS | Humaniora

MENTERI Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar menyebutkan pentingnya hubungan antara corporate social responsibility (CSR) dan ilmu pengetahuan terutama saat pandemi covid-19 masih terjadi di Indonesia.

“Di sini, kita bisa bertanya satu hal yakni apa yang bisa dilakukan untuk bumi dan bangsa? Di tengah pandemi, kita semua tetap harus bekerja dan berinovasi, termasuk tidak goyah dalam mengintensifkan isu penting tentang bumi melalui CSR,” kata Siti.

Baca juga: Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Resmi Dibentuk

Ia menjadi pembicara kunci seminar yang khusus membahas tentang CSR pada masa new normal secara daring pada Senin (29/6). Di seminar yang dihadiri sekitar 400 peserta itu, Siti menerangkan pada situasi saat ini dibutuhkan aksi nyata dari semua pihak.

“Pada prinsipnya, semua orang bisa berbuat nyata untuk mengatasi isu tentang bumi, termasuk melalui aktivitas CSR. Sekecil apa pun, akan berperan dalam menyelamatkan bumi,” paparnya seraya mengatakan perlunya menyelaraskan hidup dengan alam.

Ketua Dewan Juri Top CSR 2020, Mas Achmad Daniri, mengatakan beberapa poin penting dalam melaksanakan CSR di saat covid-19. Pertama,  program CSR harus dimulai dari karyawan sebuah perusahaan dan jangan terlalu fokus ke konsumen. "Itu harus dimulai dari ‘rumah’ atau internal perusahaan,” jelas Daniri.

Ia menambahkan pelibatan pemangku kepentingan dalam CSR tersebut seperti karyawan dan konsumen tentu diperlukan. “Manfaat sosial juga berarti manfaat bagi sebuah perusahaan,” imbuhnya.

Direktur Corebest Indonesia, Nurdizal M Rachman, yang juga Anggota Dewan Juri Top CSR 2020, menjelaskan sejumlah kunci CSR untuk mendukung kelangsungan bisnis di new normal. Perusahaan perlu memerhatikan dampak covid-19 kepada masyarakat dan aktivitas bisnis.

Baca juga: KLHK : Hari Lingkungan Hidup Dunia Inspirasi Tingkatkan Jaga Alam

Dengan memertimbangkan hal itu, CSR akan mengurangi dampak negatif new normal ke perusahaan dan masyarakat. “Di samping itu, akan mengoptimalkan perubahan dan nilai-nilai new normal kepada perusahaan dan masyarakat,” papar Nurdizal.

Thendri Supriatno, seorang konsultan CSR, menyebut bahwa dalam masa new normal, perlu ada penyesuaian inisiatif CSR. Sementara itu, Direktur Utama Geo Dipa Energi (Persero), Riki Ibrahim, menjelaskan bahwa bagi pihaknya, kebijakan dan strategi CSR yang terkait dengan bisnis berkelanjutan, sangatlah penting. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT