30 June 2020, 02:35 WIB

Kematian Global Tembus 500 Ribu Jiwa


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JUMLAH korban meninggal dunia akibat virus korona baru (covid-19) telah melampaui setengah juta jiwa pada Minggu (28/6), menurut Johns Hopkins University yang berbasis di Amerika Serikat.

Penyakit pernapasan yang disebabkan virus korona baru itu sangat berbahaya bagi orang lanjut usia, meskipun orang dewasa dan anak-anak lain juga tercatat di antara 501.000 kematian dan 10,1 juta kasus yang dilaporkan secara global.

Separuh kasus dunia ada di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, tetapi covid-19 kini berkembang pesat di kawasan Amerika Serikat. Virus ini juga menyerang Asia Selatan dan Afrika, tempat diperkirakan belum akan mencapai puncaknya hingga akhir Juli.

Wabah masih menyebar di banyak bagian dunia, dengan satu juta kasus baru tercatat dalam enam hari terakhir. AS telah melaporkan total 2,5 juta kasus dan 125.000 kematian infeksi covid-19 sejauh ini lebih banyak dari negara lain.

Negara Bagian AS yang melakukan pelonggaran lockdown dalam beberapa pekan terakhir-- terutama di selatan--telah melaporkan peningkatan infeksi baru.

Lonjakan ini telah menyebabkan para pejabat di Texas, Florida, dan negara-negara bagian lainnya memperketat pembatasan bisnis lagi.

Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan penyebaran infeksi virus korona baru (covid-19) telah mengalami putaran arah cepat dan sangat berbahaya di Negara Bagian Texas, AS.

“Selama beberapa minggu terakhir, jumlah kasus harian telah berubah dari rata-rata sekitar 2.000 menjadi lebih dari 5.000 sehari,” ujar Abbott, Minggu (28/6) waktu setempat.

Beberapa negara bagian selatan dan barat telah mencatat lonjakan kasus setelah pembatasan lockdown diperlonggar. Jumlah kasus covid-19 yang dilaporkan di seluruh AS melampaui 2,5 juta. Lebih dari 125.000 pasien covid-19 meninggal secara nasional--lebih banyak dari negara-negara lain.

Wakil Presiden Mike Pence mengatakan Texas akan mengeluarkan kit uji covid-19 tambahan selama diperlukan. “Kami akan memastikan Texas, dan sistem perawatan kesehatan Anda di Texas, memiliki sumber daya, memiliki persediaan, dan memiliki personel untuk mengatasi momen ini,” kata Pence.

Ketua DPR Partai Demokrat Nancy Pelosi, yang berbicara pada konferensi pers bersama dengan Gubernur Abbott, Minggu, mengatakan mandat nasional yang mengatur pemakaian masker sudah lama ditunggu. “Kita memiliki catatan terburuk dari negara mana pun di dunia,” tambahnya.


Tiongkok lockdown lagi

Tiongkok telah menerap kembali lockdown ketat di dekat Beijing, yang memengaruhi sekitar 400.000 orang, setelah lonjakan kecil kasus covid-19. Pembatasan diberlakukan di Anxin County di Provinsi Hebei dekat ibu kota.

Setelah pandemi muncul di Tiong­kok pada akhir tahun lalu, negara tersebut telah berhasil mengatasi infeksi baru ke tingkat yang secara konsisten rendah.

Untuk menghindari gelombang kedua, bahkan lonjakan kecil dianggap sangat serius oleh otoritas kesehatan negara itu. Pejabat mengumumkan, Minggu (28/6), wilayah Anxin County akan sepenuhnya ditutup dan dikendalikan.

Daerah itu tidak sepadat populasi pusat-pusat kota besar Tiongkok, dan para ahli kesehatan setempat mengatakan mereka optimistis penyebaran covid-19 dapat dihentikan.

Lonjakan kasus baru-baru ini di Beijing membuat pihak berwenang mengkhawatirkan kemungkinan gelombang kedua. Selama 24 jam terakhir, Beijing melaporkan 14 kasus baru covid-19, menjadikan totalnya sejak pertengahan Juni di pasar makanan menjadi 311. (BBC/I-1)

 

BERITA TERKAIT